Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Kericuhan Laga Liga 4 Jateng 2025 Antara PPSM Magelang Melawan Persibat Batang

Deka Yusuf Afandi • Kamis, 13 Februari 2025 | 16:04 WIB
Laga ppanas tersaji antara PPSM Magelang vs Persibat Batang pada Rabu (12/2/2025) sore.
Laga ppanas tersaji antara PPSM Magelang vs Persibat Batang pada Rabu (12/2/2025) sore.


RADARSEMARANG.ID – Laga lanjutan babak 8 besar di Liga 4 Jawa Tengah 2025 berakhir dengan kerusuhan. Pertandingan ini antara PPSM Magelang vs Persibat Batang pada Rabu (12/2/2025) sore.

Pertandingan sendiri diselenggarakan di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, hasil pertandingan sendiri Persibat Batang menang dramatis dengan skor 1-2 atas tuan rumah PPSM Magelang.

Namun, kemenangan atas PPSM Magelang harus tercoreng lantaran terjadi kericuhan di jelang akhir laga.

Dalam insiden tersebut, aksi saling pukul mewarnai antara beberapa pemain. Situasi semakin panas bahkan sekelompok supporter pun turun ke lapangan.

Kericuhan sendiri pecah di Menit ke-86 ketika posisi masih imbang 1-1. Hal ini berawal dari pelanggaran keras yang dilakukan pemain Persibat Batang yang membuat pemain PPSM Magelang lain tidak terima.

Sebelum peristiwa itu, laga sendiri memang berjalan dengan tensi yang sangat tinggi membuat pemain dari kedua kesebelasan terlibat dalam aksi saling dorong dan adu mulut.

Bahkan, dari video yang beredar, terlihat beberapa pemain diduga melakukan aksi kekerasan, yang semakin memperkeruh suasana. Bahkan sempat merembet ke tribun penonton.

Puluhan oknum suporter ini tidak puas dengan keputusan wasit mulai berteriak dan turun ke lapangan, membuat situasi semakin tidak terkendali.

Bentrok antara pemain dan penonton pun tak terhindarkan, membuat pertandingan terhenti sementara.

Melihat kondisi di lapangan yang semakin tidak kondusif ketika sejumlah penonton diduga melakukan pemukulan, seperti yang terlihat dalam beberapa video viral di media sosial.

Petugas keamanan pun yang berada di lokasi berusaha meleraikan keributan, namun butuh waktu cukup lama sebelum situasi dapat dikendalikan.

Wasit dan ofisial pertandingan bahkan sempat mempertimbangkan untuk menghentikan laga lebih awal, tetapi setelah beberapa saat, pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan.

Selepas situasi mereda, pertandingan dilanjutkan kembali. Di tengah jalannya pertandingan Persibat Batang akhirnya mencetak gol kemenangan di menit-menit terakhir.

Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Persibat, sekaligus memastikan mereka membawa pulang kemenangan penting di leg pertama.

Meski meraih hasil positif, kemenangan ini tentu tercoreng oleh insiden yang terjadi.

Tentu, kericuhan yang melibatkan pemain dan suporter menjadi catatan buruk bagi Liga 4 Jateng 2025.

Disisi lain, pihak penyelenggara dan Asprov PSSI Jawa Tengah memastikan bakal melakukan investigasi lebih lanjut terkait kericuhan yang terjadi.

Kemungkinan besar akan ada sanksi bagi pemain, tim, maupun suporter yang terlibat dalam insiden ini.

Insiden seperti ini tidak hanya mencoreng nama baik klub yang terlibat, tetapi juga merusak citra kompetisi secara keseluruhan.

Ironis memang, laga ini harus tercoreng dengan aksi kerusuhan serupa yang pernah terjadi pada tahun 2023 lalu yang melibatkan suporter PPSM Magelang.

Ketika itu, Komdis Asprov PSSI Jawa Tengah secara resmi menjatuhkan sanjsi kepada dua klub Liga 3, yakni PPSM Magelang dan Persibas Banyumas.

Hukuman ini diberikan sebagai konsekuensi atas kerusuhan suporter yang terjadi saat kedua tim bertanding dalam babak penyisihan Liga 3 Jateng 2023.

Kerusuhan terjadi pada laga matchday terakhir yang berlangsung pada Rabu, 22 November 2023.

Saat itu, PPSM Magelang berhadapan dengan Persip Pekalongan di Grup F, sedangkan Persibas Banyumas menghadapi Persibangga Purbalingga di Grup E.

Akibat insiden tersebut, PPSM Magelang dan Persibas Banyumas dijatuhi sanksi berat, termasuk diskualifikasi dari kompetisi, denda sebesar Rp45 juta untuk masing-masing tim dan larangan menggelar pertandingan dengan penonton untuk musim depan

Selain itu, PPSM Magelang harus memainkan laga kandangnya minimal 75 km di luar Kota Magelang sebagai bagian dari hukuman tambahan.

Ketua Komdis Asprov PSSI Jateng, Ismu Puruhito, menyatakan bahwa hukuman ini diberikan karena kerusuhan suporter yang menyebabkan pertandingan terhenti.

“Hukuman Komdis (Asprov PSSI Jateng) dijatuhkan ke masing-masing tuan rumah, yakni PPSM Magelang dan Persibas Banyumas, karena terjadinya rusuh suporter dan mengakibatkan pertandingan terhenti,” ujar Ismu Puruhito, dikutip dari situs resmi PSSI Jateng. (dka/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#PPSM Magelang Melawan Persibat Batang #Stadion Moch Soebroto Magelang #Kericuhan Liga 4 Jateng 2025 #PPSM Magelang #Persibat Batang #Liga 4 Jawa Tengah 2025 #Asprov PSSI Jawa Tengah memastikan bakal melakukan investigasi