Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Menolak Menyerah, Waluyo Tetap Jadi Pilihan Utama Persitema Temanggung di Liga 4 Jateng Meski Sudah Berkepala Empat

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 9 Februari 2025 | 17:08 WIB
Waluyo, pemain Persitema Temanggung. (Instagram)
Waluyo, pemain Persitema Temanggung. (Instagram)

RADARSEMARANG.ID - Waluyo, masih berlaga di Liga 4 Jawa Tengah musim kompetisi 2024/2025. 

Pria yang berusia melebihi usia emas pemain sepak bola ini, masih kokoh bertanding di lapangan hijau. Kali ini, ia berlaga lewat klub Persitema Temanggung.

Meski sudah berkepala empat, pemain profesional ini tetap menjaga kondisi hingga akhir pertandingan.

Tak heran jika selama musim kompetisi Liga 4 Jawa Tengah, Waluyo selalu bermain di lapangan.

"Main terus selama Liga 4 Jateng ini bersama Persitema," kata Waluyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ada rahasia untuk menjaga kebugaran pemain profesional jebolan Deltras Sidoarjo ini. Terutama disiplin latihan dan menjaga pola hidup.

Kedisiplinan menjadi kunci segala hal. Termasuk disiplin waktu, disiplin latihan, hingga disiplin istirahat.

Tak hanya itu, Waluyo menjadi pemain profesional kala usianya 20 tahun. Saat itu, ia direkrut memperkuat Deltras Sidoarjo pada 2004-2008.

Selanjutnya, meniti karir bersama Maung Bandung alias Persib Bandung tahun 2008-2009.

Kemudian perjuangannya di lapangan hijau berpindah klub Arema Indonesia tahun 2009-2011. Lalu klub PSS SLeman tahun 2013-2017.

"Sejak 2022 masuk ke Persitema sampai sekarang. Memang sempat istirahat karena menikah," jelas Waluyo.

Bapak dua anak ini mengaku, kerap berada di posisi back atau pemain bertahan dalam sepak bola. Kontribusinya dalam klub memperkokoh pertahanan gawang saat lawan menyerang.

Kendati begitu, selama bermain sepak bola ia merasa kagum dengan pemain Boaz Solossa. Menurutnya, permainan Boaz Solossa cantik dan ciamik.

"Dia punya kecepatan skill yang bagus. Kalau pemain idola saya tidak punya. Cukup jadi diri saya sendiri," ungkap bek veteran sepak bola Indonesia ini.

Pria kelahiran 30 September 1973 ini belum memiliki keinginan untuk pensiun. Ia masih menikmati masa bermain dengan kulit bundar di lapangan hijau.

Ia berharap, dua anak lelakinya bisa meneruskan perjuangan dalam sepak bola.

"Inginnya ada anak yang melanjutkan ke sepak bola. Tapi itu pilihan anak, semuanya saya dukung," ujar Waluyo.

Selama berkarir, Waluyo mendapat restu dari kedua orang tuanya. Pemain bertahan ini mengingatkan agar pesepak bola muda tidak melulu soal bakat.

Perlu latihan terus menerus untuk bisa mencapai target yang diinginkan.

"Pesan saya bakat aja gak cukup. Harus latihan, latihan, latihan. Kuncinya disiplin, waktu disiplin makan dan disiplin istirahat. Harus dijaga semua," akunya. (dev/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Liga 4 Jateng #Persitema Temanggung #waluyo