RADARSEMARANG.ID - Pertandingan untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 memang menjadi topik panas yang sedang diperbincangkan oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Banyak negara-negara dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk menjadi kontestan dari kompetisi sepak bola yang paling bergengsi tersebut.
Namun dengan kondisi politik yang memanas antar berbagai faksi politik dunia, disebut membuat konteks persepakbolaan ini juga turut serta terseret isu tersebut.
Salah satu yang terbaru dan paling hangat dibincangkan adalah penolakan Norwegia untuk bertanding dengan negara Israel yang menjadi lawannya dalam fase Grup 1 kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa.
Negara asal dari pesepakbola Erling Haaland yang kini bermain di klub Manchester City ini tergabung dalam grup yang berisi Israel, Moldova dan Estonia. Keempat negara ini bersaing untuk menjadi tim yang lolos dalam helatan turnamen sepakbola internasional tersebut pada 2026 kelak.
Meskipun secara geografis, Israel berada di kawasan Timur Tengah yang masuk ke Zona Asia, namun negara ini tergabung dalam UEFA, menjadikan mereka harus berkompetisi bersama dengan negara-negara di Eropa, bukannya Asia (AFC).
Hal tersebut merupakan perdebatan yang panas serta terkait dengan politik diantara kedua benua. Disebutkan bahwa Israel lebih memiliki keterikatan budaya dan politis yang lebih dekat dengan Eropa dibanding Asia, khususnya di Timur Tengah.
Alasan lainnya adalah ketegangan antara Israel dengan negara-negara Arab. Alasan ini dapat dikulik lewat sebuah pemboikotan politik, ekonomi dan olahraga yang berhubungan antara negara teluk dengan Israel.
Pemboikotan segala aspek terhadap Israel di Timur Tengah adalah buntut dari kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan dalam Kejadian Nakba(Pengusiran rakyat Palestina) yang terjadi setelah Perang Arab-Israel 1948.
Di masa kontemporer, paska konflik antara Israel-Palestina yang belum menemui titik ujungnya, tak disangka Timnas Norwegia berani mengambil keputusan untuk tidak mau menghadiri pertandingan kontra Israel yang akan dilaksanakan pada 26 Maret tahun depan.
Usut punya usut, alasan negara Viking ini menolak untuk melakukan pertandingan dengan Israel adalah karena solidaritas kemanusiaan atas pendudukan militer Israel di Gaza.
Presiden NFF (Norwegian Football Federation) ; Lise Klaveness secara terang-terangan menolak timnas negaranya untuk bertanding dengan Israel dalam pertandingan yang akan dilaksanakan Maret 2025.
Lise Klaveness juga menyerukan UEFA untuk ambil sikap dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel dalam kejahatan perang yang mereka lakukan di Gaza ataupun seluruh wilayah Palestina.
Ia pun menambahkan opininya bahwa tak seorangpun dari mereka (masyarakat Norwegia) yang bisa bersikap acuh dengan " serangan tak proporsional" yang dilakukan tentara Israel terhadap penduduk sipil di Gaza.
Source: Skor Id, 12 UEFA
Editor : Baskoro Septiadi