RADARSEMARANG.ID - Kontroversi wasit Ahmed Al Kaf dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Bahrain vs Indonesia masih menjadi sorotan.
Keputusan kontroversial wasit Ahmed Al Kaf dalam laga yang berakhir imbang 2-2 ini juga masih memancing reaksi keras dari supporter Timnas Indonesia.
Beberapa diantaranya, termasuk warganet, mendesak Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk melaporkan insiden ini ke FIFA agar ada penanganan lebih lanjut.
Di media sosial X, seorang warganet @Alddi26 mengatakan “Tolong Pak @erickthohir Banding ke FIFA wasit2 kek gini, ini sudah terjadi kesekian kalinya”.
“Jangan terima begitu saja se enaknya keputusan wasit, biar ga kejadian lagi di kemudian hari,” lanjutnya dalam sebuah komentar di postingan @erickthohir.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir diketahui telah mengambil langkah tegas dengan mengajukan protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Erick mengirimkan surat protes yang dikirim langsung ke Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa.
"Saya mengirimkan surat juga kepada AFC, kepada Presiden AFC untuk mempelajari," ungkap Erick Thohir seperti yang diberitakan pada Sabtu, (12/10).
Menteri BUMN tersebut juga menekankan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam menghadapi ketidakadilan di lapangan..
Menurut keterangannya, Erick menjelaskan bahwa keputusan wasit Ahmed Al Kaf sangat merugikan Timnas Indonesia.
Terutama dalam mengesahkan gol penyama kedudukan Bahrain pada menit ke-90+9 meski waktu tambahan sudah melebihi batas yang ditetapkan.
Ia berharap AFC dapat menangani insiden ini dengan serius dan memastikan keadilan bagi Timnas Indonesia.
Disamping itu, PSSI akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
Di sisi lain, Timnas Indonesia dikabarkan telah berangkat ke China untuk sesi latihan perdana setelah pertandingan melawan Bahrain tersebut.
Adapun latihan ini sebagai persiapan menghadapi laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan China pada 15 Oktober 2024.
Editor : Baskoro Septiadi