RADARSEMARANG.ID - Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga antara Bahrain vs Indonesia pada Kamis (10/10) meninggalkan cerita tersendiri.
Pasca pertandingan, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), terlihat menolak berjabat tangan dengan staf official Bahrain.
Aksi STY tersebut diketahui usai konferensi pers pasca pertandingan melalui video yang dibagikan oleh seorang warganet di media sosial X.
Dalam video tersebut, STY yang awalnya tampak diam mendapat pertanyaan tentang perpanjangan waktu yang diberikan.
Tak lama kemudian, STY langsung berdiri dan meninggalkan tempat tersebut tanpa kata dan menghindari ajakan jabat tangan dari staf official Bahrain.
Pada keterangan unggahan video itu memaparkan “Keputusan STY menolak jabat tangan dengan ofisial Bahrain adalah keputusan tepat”.
“Kecurangan Bahrain hingga indikasi permainan AFC tak bisa ditoleransi,” lanjut keterangan video yang dibagikan oleh @zoelfick di media sosial X.
Diketahui lebih lanjut, keputusan kontroversi wasit Ahmed Al Kaf yang memberikan tambahan waktu hingga 9 menit diduga menjadi pemicu utama ketidakpuasan STY.
Tambahan waktu tersebut memberikan kesempatan bagi Bahrain untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Mohamed Marhoon.
Padahal, pada menit ke-90 Timnas Indonesia sudah unggul 2-1. Namun, wasit Ahmed Al Kaf memberikan tambahan waktu yang tidak wajar hingga menit ke-90+9.
Gol penyeimbang dari Bahrain di detik-detik akhir pertandingan membuat penggemar Indonesia tampak kecewa dan marah.
STY diperkirakan juga merasakan ketidakadilan tersebut, hingga menunjukkan sikap menolak berjabat tangan dengan official mereka.
Sejumlah netizen juga terlihat melakukan protes terhadap keputusan kontroversial wasit Ahmed Al Kaf dengan menyisipkan tagar AFC Mafia di media sosial.
“FIFA wajib ulang Laga Bahrain Vs #TimnasDay Indonesia dan hukum Wasit Ahmed Al Kaf yg diduga bersekongkol dng #afcmafia,” tulis @Heraloebss.
Sementara warganet lain menuturkan “Syukurnya, Indonesia punya pundit sepak bola yang mau berdiri di depan membela timnas”.
“Dia tak peduli pujian atau hujatan, saat merasa ada yang perlu digebrak, dia menggebrak. Tagar #AFCMafia itu salah satu jejak dan bukti perjuangannya,” tulis warganet itu.
Editor : Baskoro Septiadi