RADARSEMARANG.ID - Pemain keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders akhir resmi melakukan debutnya di Euro 2024 bersama Timnas Belanda.
Laga menghadapi Polandia ini menjadi laga perdana Tijjani bersama tim asuhan Ronald Koeman.
Ia bermain selama 90 menit dan berhasil membawa kemenangan bagi De Oranje dengan skor 2-1.
Namun dibalik debutnya bersama Belanda, ternyata pemain berdarah Ambon ini sempat dilirik Pelatih Shin Tae-yong beberapa waktu lalu.
Hal ini diungkap oleh media Vietnam, soha.vn yang mengabarkan jika sosok pemain AC Milan itu nyaris bergabung dengan timnas garuda.
“Bermain untuk AC Milan dan punya masa depan cerah, tak semua orang tahu kalau Reijnders diminta tim Indonesia pada 2022,” tulis media Vietnam itu.
PSSI diketahui memang sempat menghubungi Reijnders pada tahun 2022 bersama beberapa pemain keturunan lain.
Pemain berposisi gelandang itu dinilai punya potensi oleh pelatih STY sehingga meminta federasi untuk menghubunginya.
Namun saat itu dia menolak untuk dinaturalisasi Indonesia, dia beralasan masih menunggu kesempatan untuk dipanggil ke Timnas Belanda.
Tak seperti pemain keturunan lainnya yang memiliki alasannya yang sama, Tijjani termasuk beruntung karena langsung mendapatkan kesempatan membela Belanda.
Koeman memasukan namanya karena di lini tengah De Oranje ditinggal beberapa pemain utamanya yang cedera seperti Frenkie de Jong dan Koopmeiners.
Bukan tanpa alasan pelatih Belanda memanggilnya, penampilan bersama Milan menjadi pertimbangan Ronald.
Pemain dengan nilai 330,35 miliar ini bergabung ke AC Milan pada 2023 dari AZ Alkmaar.
Ia bermain impresif dengan catatan 50 lebih pertandingan di semua kompetisi baik Serie A, Liga Champiosn, maupun Liga Europa.
Hingga akhirnya ia berhasil melakukan debutnya di Euro 2024 dengan membela tim kostum oranye.
Tijjani Reijnders Lekatompessy adalah pemain kelahiran 29 Juli 1998 ini memiliki darah Indonesia dari sang Ibu yang berasal dari Ambon ditandai dengan marga yang ada dinamanya.
Sedangkan ayahnya adalah Martin Reynders, eks pesepak bola yang pernah bermain di Belanda, Finlandia, dan Amerika Serikat.
Editor : Tasropi