Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengamat Sepakbola Berikan Pesan Ini Untuk Pemain Muda yang Berpikiran Main di Tarkam, Pasca 7 Pemain Terancam Dipidana Akibat Kerusuhan di Tengaran

Muchammad Nachirul Ichsan • Rabu, 5 Juni 2024 | 18:12 WIB
Tim peserta Piala Bupati Semarang
Tim peserta Piala Bupati Semarang

RADARSEMARANG.ID - Kerusuhan yang terjadi turnamen tarkam Bener Bersatu Cup kini berbuntut panjang.

Beberapa pemain terancam mendapatkan sanksi pidana akibat terlibat dalam pengeroyokan terhadap wasit.

Wasit selaku korban memilih menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum untuk memberikan efek jera.

Bahkan kuasa hukum wasit melaporkan 7 pemain yang diduga telibat penganiayaan di pertandigan tarkam, Minggu (2/6).

Tujuh nama orang yang menjadi terlapor antara lain Bayu Pradana (Barito Putera), Komarudin (Persikabo 1973), Ilham Mahendra (Barito Putera), Hery Susanto (Eks Persita Tangerang), Heru Setyawan (Eks Kalteng Putra), Khrisna Sulistya (PSIM Yogyakarta), dan Wahyu Wijiastanto (Eks Timnas Indonesia).

Melihat adanya ancaman pidana ini, Pengamat Sepakbola Aris Budi Sulistyo memberikan pesan khusus kepada pemain profesional berpikiran main di tarkam.

Hal ini menyusul beberapa pemain Liga 1 dan pemain muda potensial yang ikut bermain di turnamen level amatir ini.

Pemain muda seperti Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa tercatat ikut dalam pertandingan itu meskipun tak terlibat kerusuhan.

“Memang ada beberapa pemain. Di situ yang paling menonjol, Bayu Pradana, Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi. Keduanya ini pemain muda yang masih punya potensi menjadi pemain besar,” kata Aris Budi.

Aris menilai pemain muda tersebut punya potensi dan masa depan yang cerah menjadi pesepakbola besar.

Ia meminta pemain berhati-hati jika berminat main di tarkam dengan menjaga emosi demi kebaikan masa depannya.

“Jadi, sekali lagi, saya mengimbau untuk pemain-pemain Liga 1. Saat berakhirnya kompetisi dan tidak ada aktivitas di klub, hati-hatilah menjaga emosionalnya di pertandingan tarkam,” tambahnya.

Menurutnya pemain profesional rawan terkena cedera akibat bermain dengan pemain amatir yang sewaktu-waktu bisa mencederai.

“Karena, di dunia tarkam, pemain-pemain biasa yang tidak punya klub bisa mencederai pemain-pemain profesional yang punya klub. Itulah yang sebetulnya sangat merugikan,” ujar lelaki asal Karanganyar itu.

“Para pemain yang niatnya ingin mencari keringat dan kesenangan dari laga tarkam, kalau sudah kejadian seperti kemarin itu malah akhirnya merembet ke mana-mana. Kasihan pemain yang masih muda juga,” imbuhnya.

Hal ini semata demi menjaga masa depan karir pemain terutama bagi pemain muda yang masih berpeluang menjadi bintang besar.

Sebelumnya 7 pemain dilaporkan ke polisi diduga terlibat pengeroyokan saat memperkuat PS Putra Bakti menghadapi PS Ar Rafi pada laga final Turnamen Sepak Bola Bener Bersatu Cup yang memperebutkan Piala Bupati Kabupaten Semarang.

Peristiwa ini berawal dari Bayu Pradana yang tidak terima mendapatkan kartu merah hingga melakukan provokasi dan kekerasan terhadap wasit.

Editor : Baskoro Septiadi
#bayu pradana #pengeroyokan wasit #Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 #tengaran #Pengamat sepakbola #Aris Budi Sulistyo #pemain muda #piala bupati kabupaten semarang #Bagas kaffa #tarkam #kerusuhan sepakbola #Bagus Kahfi