RADARSEMARANG.ID - Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan sampaikan kritik terhadap program naturalisasi pemain Timnas Indonesia.
Putra Nababan menyoroti kebijakan tersebut dalam rapat kerja Komisi X DPR RI belum lama ini.
Dalam rapat tersebut, juga terdapat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dan Sekjen PSSI Yunus Nusi.
Diketahui, dari 22 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia, 10 diantaranya merupakan pemain yang telah menjalani proses naturalisasi.
Hal tersebut mendapat masukan dari Putra Nababan saat sidang yang menyinggung proses naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven.
Melalui chanel YouTube @DPRRIOfficial, Calvin Verdonk diketahui datang langsung saat sidang di gedung DPR RI.
Sementara Jens Raven mengikuti rapat via Zoom dengan pelatih Timnas Indonesia U20, Indra Sjafri, dan asisten pelatih, Bima Sakti.
Menurut keterangannya, Putra Nababan menekankan pentingnya memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain asli Indonesia.
Dia berharap bahwa Timnas Indonesia diisi oleh 60 persen pemain lokal saat berlaga.
Menurutnya, pemain asli Indonesia harus lebih banyak dimainkan dibanding pemain naturalisasi saat tim Skuad Garuda berlaga.
Dalam penjelasannya, Putra Nababan menyatakan bahwa hal ini merupakan salah satu alasan yang mendasari kepentingan politik.
Namun demikian, Menpora Dito Ariotedjo memaparkan bahwa program naturalisasi pemain merupakan strategi jangka pendek.
Dito menambahkan bahwa, pihaknya bersama PSSI terus menjalankan strategi jangka menengah dan panjang.
Menurut mereka, program naturalisasi pemain bertujuan untuk meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia agar dapat bersaing lebih baik di ASEAN maupun Asia.
Pemain naturalisasi biasanya memiliki keterampilan bawaan dari negara asalnya, terutama dalam hal sepakbola Eropa.
Kehadiran pemain naturalisasi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meraih kemenangan dengan kemampuan yang dimiliki oleh mereka.
Editor : Baskoro Septiadi