RADARSEMARANG.ID - Pertandingan pekan terakhir BRI Liga 1 antara Persija Jakarta menghadapi PSIS Semarang terjadi momen unik yang jarang ditemui.
Momen tersebut adalah saat ayah dan anaknya bermain bersama dalam satu pertandingan dan membela tim yang sama.
Kejadian langka itu dialami oleh Maman Abdurrahman dan anaknya yaitu Rafa Abdurrahman yang sempat bermain bersama untuk Persija.
Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (30/4) kedua pemain sedarah ini memulainya dari bangku cadangan.
Laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan macan kemayoran itu, Maman baru dimainkan oleh Thomas Doll pada menit ke-68 menggantikan Oliver Bias.
Jelang berakhirnya pertandingan, momen bersejarah ini baru terjadi saat Rafa Abdurrahman diberi kesempatan untuk bermain.
Keduanya pun akhirnya tercatat dalam sejarah Sepakbola Indonesia yaitu ayah dan anak bermain dalam satu tim di sebuah kompetisi.
Sebelum pertandingan ini, Bek 41 tahun itu sempat mengutarakan mimpinya bisa bermain dengan sang anak.
“Mungkin beberapa pernah dengar tentang wawancara saya dimana saya berimimpi untuk bermain bersama atau melawan anak saya (Rafa Abdurahman) dalam sebuah kompetisi resmi. Akhirnya momen itu muncul pada laga melawan PSIS,” kata Maman dilansir dari persija.id.
Hingga akhirnya mimpi bek veteran tanah air itu bisa menjadi kenyataan saat laga menghadapi Mahesa Jenar.
Penampilan ayah dan anak ini juga berhasil membawa kemenangan untuk tim asal Jakarta tersebut.
Persija berhasil mengalahkan PSIS dengan skor 2-1, Gol dicetak oleh Ryo Matsumura dan Maciej Gajos yang berhasil membalikan keadaan usai tim tamu unggul terlebih dahulu oleh Fredyan Wahyu.
Kemenangan tim kebanggaan Jak Mania ini sekaligus menggagalkan usaha PSIS untuk melaju ke Champioship Series.
Dengan hasil ini Persija finish di posisi 8 klasemen akhir dengan 48 poin, sedangkan PSIS menempati posisi keenam dengan 53 poin.
Kegagalan Septian David Maulana dkk meraih poin penuh membuat Madura United berhasil meraih tiket terakhir babak championship dan akan menantang Borneo FC di semifinal.
Editor : Baskoro Septiadi