RADARSEMARANG.ID - Momen unik terjadi saat kemenangan Indonesia atas Australia di Piala Asia U-23, Kamis malam (18/4).
Pemain Garuda Muda, Jeam Kelly Sroyer tertangkap kamera mendapatkan keplakan dari pelatih Shin Tae-yong.
Shin terlihat kesal lantaran, Kelly mendapatkan kartu kuning yang seharusnya tak perlu dibuatnya.
Sebelumnya Kelly Sroyer cedera kecil usai berbenturan dengan pemain Australia, ia mendapatkan perawatan dan ditarik kepinggir lapangan.
Namun kesalahan ia buat usai langsung masuk ke lapangan saat permainan berjalan tanpa menunggu izin dari wasit.
Pemain Persik Kediri ini akhirnya mendapatkan kartu kuning sebagai hukumannya.
Ternyata Kelly melanggar aturan dalam permainan sepakbola sehingga ia mendapatkan kartu kuning.
Dikutip dari laman resmi IFAB atau Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional, wasit meminta pemain yang cedera keluar lapangan agar tak mengganggu jalannya pertandingan.
"Jika bola dalam permainan, maka pemain harus masuk kembali ke lapangan dari touch line (garis tempat wasit keempat berada) dan jika bola keluar dari permainan, maka pemain boleh masuk dari garis manapun," tulis Law of the Game IFAB.
Usai mendapatkan penanganan dan dapat bermain kembali, maka Jeam Kelly Sroyer seharusnya menunggu kode wasit untuk mengizinkannya masuk kembali ke lapangan.
Pemberian kartu kuning oleh wasit pun sesuai dengan law of the games yang ada jika pemain melanggar aturan tersebut.
"Pelanggaran yang harus diwaspadai, seorang pemain diperingatkan jika bersalah karena memasuki, masuk kembali, atau dengan sengaja meninggalkan lapangan permainan tanpa izin wasit," tulis Law of the Game.
Selanjutnya setelah babak pertama usai dengan keunggulan 1-0, Kelly terlihat memberikan penjelasan kepada tim pelatih termasuk Shin.
Geram melihat aksi konyol anak asuhnya itu, STY langsung mengeplak kepala Kelly karena mendapat kartu kuning yang tak perlu itu.
Beberapa staf pun memberikan gestur bahwa seharusnya Sroyer berlari ke arah wasit keempat dan menunggu instruksi wasit sebelum masuk ke lapangan.
Momen Kelly Sroyer ini bisa jadi pembelajaran bagi pemain muda lainnya dalam memahami dan mematuhi aturan bermain dalam sepakbola.
Editor : Baskoro Septiadi