RADARSEMARANG.ID - Tuan rumah Qatar berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Yordania di lanjutan fase grup Piala Asia U-23.
Kemenangan kedua Qatar ini kembali diwarnai dengan kontroversi keputusan wasit.
Kontroversi ini mengulangi seperti di laga sebelumnya pada saat menghadapi Indonesia dengan skor 2-0.
Saat itu Wasit Nasrullo Kabirov dan VAR membuat beberapa keputusan yang dianggap merugikan garuda muda.
Pada laga Qatar vs Yordania semalam kembali muncul beberapa keputusan pengadil lapangan yang memicu perdebatan.
Qatar unggul lebih dulu lewat gol Abdulla Al Yazidi pada menit ke-40.
Yordania lantas membalas melalui penalti Aref Al Haj pada menit ke-52.
Skor sementara 1-1 sampai 90 menit waktu normal, wasit memberikan tambahan waktu injury time selama 11 meit.
Ternyata wasit Sivakorn Pu Udom memberi waktu berlebihan dari waktu minimal tambahan selama 10 menit yang sebelumnya sudah diumumkan.
Kontroversi muncul saat wasit asal Thailand itu tak meniup peluit ketika laga sudah mencapai menit ke-100 atau 10 menit setelah waktu normal usai.
Pertandingan terus berlanjut hingga pada menit ke-103 Mohamed Al Manai mencetak gol yang membawa Qatar unggul 2-1.
Akhirnya wasit meniup peluit berakhirnya laga pada menit ke-109.
Tak hanya kontroversi tambahan waktu, laga ini juga diwarnai diprotes pemain Yordania saat pelanggaran yang dilakukan pemain Qatar.
Proses gol Al Manai terjadi melalui proses tendangan bebas yang dilepaskan Jassem Al Sharshani.
Bersamaan dengan Al Sharshani menendang bola dari situasi set piece terlihat pemain Yordania Aon Al Maharmeh terjatuh setelah ada sentuhan dengan pemain Qatar Tameem Mansour.
Kontroversi yang terjadi menambah daftar panjang kejanggalan yang terjadi di Piala Asia U-23.
Kemenangan atas Yordania tersebut memastikan Qatar melaju ke perempat final dengan mengantongi enam poin dan tidak mungkin tergeser dari posisi dua besar Grup A.
Sedangkan peringkat kedua ditempati Indonesia dengan 3 poin disusul Yordania dan Australia dengan masing-masing 1 poin.
Editor : Baskoro Septiadi