RADARSEMARANG.ID - Usai panen kritik dan polemik pasca peluncuran jersey terbaru timnas Indonesia, Erspo berkomitmen untuk berbenah demi berikan yang terbaik.
Hal itu disampaikan oleh Muhammad Sadad selaku pemilik Erspo dalam pertemuan pada Senin (1/4).
Pada pertemuan tersebut banyak hal yang menjadi pembahasan terutama kritik publik terhadap jersey timnas garuda.
Karena hal itu Sadad selaku CEO mengatakan jika pihaknya akan berkomitmen menyediakan produk berkualitas internasional.
Dengan dipercayaanya Erspo oleh PSSI sebagai penyedia apparel resmi timnas Indonesia, berkomitmen siap menjalami kolaborasi.
Erspo siap berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan sepak bola untuk bisa menghadirkan inovatif dengan identitas visual yang berkarakter kuat bagi timnas Indonesia.
Sadad juga mengungkapkan pihaknya menerima dengan lapang dadi berbagai macam kritikan dan masukan yang diberikan fans sepakbola.
“Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh kritik dan masukan yang diberikan, khususnya dari para penggemar sepak bola Tanah Air.” kata Sadad.
Timnya juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat jersey timnas Indonesia menjadi lebih baik.
Jersey baru yang diharapkan menjadi kebanggaan tersebut rencananya akan diluncurkan pada pertengahan tahun ini.
“Karena itu, untuk desain berikutnya yang rencananya akan mulai diluncurkan pada pertengahan tahun ini, Erspo siap menjalin kolaborasi dengan beberapa pemangku kepentingan sepak bola agar apparel resmi Timnas Indonesia semakin baik dan terus menjadi kebanggan kita semua.” Terangnya.
Erspo mendapat banyak sorotan setelah meluncurkan jersey Timnas Indonesia pada 18 Maret lalu.
Mulai dari desain yang dinilai kurang karena dibandingkan dengan seragam terdahulu, hingga harga yang dianggap kurang bersahabat.
Citranya diperparah dengan komentar desainernya yang dianggap anti kritik karena menyerang personal pihak yang mengkritik.
Erspo dipilin PSSI sebagai mitra penyedia seragam dan perlengkapan Timnas Indonesia melalui proses tender.
Kemitraannya dengan PSSI adalah senilai total Rp 16,5 miliar, dimana dana cash Rp 5 miliar di antaranya dalam bentuk sponsorship dan royalty yang merupakan mekanisme baru atau pertama kalinya diberikan kepada PSSI.
Editor : Baskoro Septiadi