RADARSEMARANG.ID - Kemenangan Manchester United atas Liverpool membuat tim asuhan Erik Ten Hag sukses melaju ke semifinal FA Cup.
Dalam laga di Old Trafford Minggu malam WIB (17/3), si setan merah berhasil menggasak the reds dengan skor 4-3 pada perpanjangan waktu.
Pada pertandingan ini, Amad Diallo menjadi pahlawan bagi The Red Devils usai mencetak gol di menit akhir laga.
Namun dibalik aksinya tersebut, ternyata pemain 21 tahun asal Pantai Gading ini adalah seorang muslim.
Bahkan ia mengakui dirinya juga menjalani kewajiban berpuasa walaupun harus menjalani pertandingan bersama MU.
"Ya, berpuasa sambil melakukannya. Tidak mudah melakukannya, tapi anda harus yakin pada diri sendiri. Saya berpuasa untuk Tuhan," katanya, dalam video yang diunggah Astro.
"Saya senang bisa berpuasa, dan saya ingin berjuang setiap berada di lapangan. Jadi, terima kasih Tuhan untuk momen ini," katanya.
Pada laga ini MU memimpin lebih dulu lewat gol Scott McTominay, namun bisa dibalas Alexis Mac Allister dan Mohamed Salah sebelum jeda.
Di babak kedua, Antony menyamakan skor dan mengubah skor menjadi 2-2 dalam waktu normal. Laga dilanjutkan ke babak tambahan.
Drama terjadi di masa extra time. Harvey Elliott sempay membawa Liverpool kembali memimpin 3-2, namun gol dari Marcus Rashford dan Amad Diallo berbalik memenangkan Manchester United di akhir masa tambahan waktu.
Amad Diallo menentukan kemenangan MU di menit akhir perpanjangan waktu. Golnya, dalam skema serangan balik cepat, merobek gawang Liverpool.
Diallo kemudian diusir wasit karena menelan kartu kuning kedua akibat selebrasi melepas baju.
Ia mengaku lupa saat dirinya sudah menerima kartu kuning namun tetap berselebrasi membuka kaosnya.
"Saya tidak percaya, tapi ini sepak bola jadi Anda harus percaya semua momen. Ketika dia (Garnacho) memberi saya bola, saya ingin memberikannya lagi tapi saya menembak," kata Amad Diallo.
"Saya lupa sudah dapat kartu kuning yang pertama jadi saya sangat kecewa mendapat kartu merah tapi yang terpenting bagi saya adalah menang," sambung eks pemain Atalanta itu.
Editor : Baskoro Septiadi