RADARSEMARANG.ID - Dunia sepak bola Jerman berduka atas kepergian salah satu pemain terbaik yang pernah dimilikinya, Andreas Brehme.
Andreas Brehme dikenang sebagai pahlawan Jerman yang menentukan kemenangan di Piala Dunia 1990 dengan gol penalti saat mengalahkan Argentina.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Andreas Brehme dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 20 Februari 2024, di usia 63 tahun akibat serangan jantung.
Andreas Brehme diketahui lahir di Hamburg pada 9 November 1960. Dia mulai bermain sepak bola sejak kecil dan bergabung dengan klub lokal FC Süderelbe.
Kemudian dia berpindah ke beberapa klub lain seperti Kaiserslautern, Bayern Munchen, Inter Milan, dan Real Zaragoza.
Di klub-klub tersebut, Andrreas memenangkan banyak trofi, termasuk Bundesliga, Coppa Italia, dan Piala UEFA.
Prestasi terbesarnya adalah bersama timnas Jerman yang tercata sebanyak 86 kali penampilan dan telah mencetak 8 gol.
Andreas menjadi bagian dari tim Jerman saat meraih juara Piala Eropa 1980 dan runner-up Piala Dunia 1982 dan 1986.
Momen puncak kariernya adalah di Piala Dunia 1990, di mana dia sebagai kapten tim dan menjadi penendang penalti yang menentukan.
Pada final Piala Dunia 1990, Jerman berhadapan dengan Argentina, yang merupakan juara bertahan dan juga lawan mereka di final 1986.
Mantan pemain Bayern Munchen ini menjadi salah satu pemain spesialis bola mati dan berposisi sebagai bek kanan terbaik di dunia.
Setelah pensiun sebagai pemain pada 1998, Andreas Brehme beralih menjadi pelatih. Dia pernah menangani Kaiserslautern, Unterhaching, dan menjadi asisten di Stuttgart.
Selain itu, Andreas Brehme juga pernah menjadi komentator sepak bola di sebuah acara televisi.
Andreas Brehme meninggal dunia di rumahnya di München, disaksikan oleh keluarga dan teman-temannya.
Dia meninggalkan seorang istri, dua anak, dan tiga cucu, dan dimakamkan di pemakaman Waldfriedhof di München.
Meski demikian, Andreas Brehme akan selalu dikenang sebagai legenda sepak bola Jerman yang mengukir sejarah di Piala Dunia 1990 yang dihormati oleh banyak orang, termasuk mantan rekan setim dan lawannya.
Satu catatan lagi, Andreas Brehme pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa oleh FIFA.
Editor : Baskoro Septiadi