Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Muncul Saat Situasi Suram Sepakbola Indonesia, Inilah Sejarah Penyelenggaraan Piala Presiden

Muchammad Nachirul Ichsan • Senin, 25 Desember 2023 | 03:27 WIB
Pembukaan Piala Presiden Pertama Tahun 2015
Pembukaan Piala Presiden Pertama Tahun 2015

RADARSEMARANG.ID - Ditengah jeda kompetisi BRI Liga 1 2023/2024, muncul wacana bergulirnya turnamen Piala Presiden.

Rencananya turnamen ini diadakan untuk mengisi jeda kompetisi dan diikuti hanya untuk pemain lokal dan pemain muda dari Elite Pro Academy.

Namun ditengah isu yang berhembus, jika dilihat dari penyelenggaraannya, Piala Presiden biasa diadakan sebagai turnamen pramusim sebelum masuk kompetisi resmi.

Pada awal digulirkannya pada tahun 2015, turnamen ini menjadi pengisi kekosongan kompetisi akibat sanksi dari FIFA kepada PSSI pada bulan Mei.

Akibatnya semua kegiatan sepakbola dibawah naungan PSSI dan FIFA harus berhenti total baik timnas maupun liga.

Banyak pihak yang berkecimpung didalamnya seperti klub, pemain, pelatih, termasuk suporter hingga pedagang sekitar stadion terkena dampaknya.

Ditengah suramnya keadaan sepakbola Indonesia saat itu, Mahaka Sports and Entertainment yang saat itu dipimpin oleh Erick Thohir menggagas Piala Presiden 2015 untuk mengisi kekosongan kompetisi.

Hadirnya Piala Presiden menjadi angin segar bagi para pelaku sepakbola Indonesia yang sempat putus asa akibatnya dibekukannya olahraga terpopuler ini.

Turnamen pelepas dahaga insan sepakbola Indonesia ini diselenggarakan pada 30 Agustus hingga 18 Oktober 2015.

Sebanyak 16 tim ikut berpartisipasi dalam turnamen ini dari tim QNB League (Liga 1 saat itu) dengan tiga diantaranya berasal dari Divisi Utama atau Liga 2 saat itu.

Kompetisi dibagi menjadi empat grup dengan sistem setengah kompetisi dan ditunjuk empat kota menjadi tuan rumah.

Grup A dimainkan di Kota Bandung dengan Persib Bandung sebagai tuan rumah, kemudian diisi Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, dan Martapura FC.

Malang menjadi tuan rumah Grup B yang berisikan Arema Cronus, Persela Lamongan, Sriwijaya FC, dan PSGC Ciamis.

Bali United, Mitra Kukar, Persija, dan Persita bermain di I Wayan Dipta, Gianyar, Bali untuk bersaing di Grup C.

PSM Makassar menjadi tuan rumah grup D yang berisi Persipasi Bandung Raya, Persegres Gresik United, dan Pusamania Borneo FC.

Laga pembuka dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada 30 Agustus 2015.

Dua tim teratas di grup berhak lolos ke fase delapan besar dengan format home away hingga babak semifinal.

Sedangkan babak final dimainkan satu match di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta sebagai lokasi laga puncak.

Pada laga final Persib Bandung menghadapi Sriwijaya FC di Senayan, Maung Bandung sukses meraih gelar juara usai tumbangkan laskar wong kito dua gol tanpa balas.

Pertandingan final ini juga Pemain Persib, Zulham Zamrun menjadi pemain terbaik turnamen sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak dengan catatan 6 gol.

Piala atau trofi dalam turnamen ini juga sangat unik karena terbuat dari kayu jati yang dipahat langsung oleh seniman asal Bali.

Jokowi menyerahkan langsung Piala Bersejarah ini kepada Persib sebagai juara dalam turnamen perdana ini.

Kesuksesan Piala Presiden 2015 menjadi pembuka untuk turnamen lainnya ditengah sanksi yang dihadapi Indonesia.

Turnamen lainnya seperti Piala Jenderal Sudirman, Piala Bhayangkara, Piala Gubernur Kaltim, hingga Indonesia Soccer Championship (ISC) diselenggarakan ditengah situasi sepakbola saat itu.

Editor : Baskoro Septiadi
#erick thohir #persib bandung #Piala Presiden 2015 #Sejarah Piala Presiden #Presiden Joko Widodo