RADARSEMARANG.ID - Shahar Ginanjar mantan kiper Persib Bandung dan Persija Jakarta menanggapi banyaknya kiper asing yang direkrut klub Liga 1.
Ia menilai klub akan rugi karena penggunaan kiper asing di liga Indonesia justru tidak terlalu efektif.
"Rasanya, bagi saya, klub akan rugi kalau mendatangkan kiper asing," ucap Shahar dilansir dari podcast YouTube Sport77 Official.
Namun dirinya tidak mempermasalahkan klub yang mengambil penjaga gawang asing untuk menggantikan posisi kiper lokal.
"Kalau memang effortnya bagus dan feedbacknya bisa menghasilkan uang, oke, nggak jadi masalah," tutur Shahar.
Menurut pemain Kalteng Putra tersebut, penjaga gawang asal Indonesia masih memiliki kualitas yang cukup baik.
"Namun, kalau secara permainan, kiper-kiper kita masih cukup punya kualitas," ia menegaskan.
Musim ini, banyak kiper asing berkiprah di kompetisi BRI Liga 1.
Tercatat ada enam penjaga gawang asing yang bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini.
Mereka adalah Kevin Ray Mendoza (Persib Bandung), Lucas Frigeri (Madura United), Adilson Maringa (Bali United), Julian Schwarzer (Arema FC), Anthony Pinthus (PSS Sleman), Sonny Stevens (Dewa United).
Dari enam nama ini, Adilson Maringa merupakan sosok yang paling berpengalaman. Musim lalu, kiper asal Brasil ini sudah memperkuat Arema FC.
Kedatangan kiper asing di Indonesia sendiri bukan terjadi baru-baru saja.
Pada awal 1980-an, Niac Mitra pernah menggunakan jasa kiper asal Singapura, David Lee.
Kosin Hathairattanakool, kiper tangguh Persib asal Thailand juga pernah berkiprah di liga Indonesia.
Selain itu, ada sejumlah kiper asing yang pernah berkiprah di Indonesia, termasuk pelatih kiper Timnas Indonesia saat ini, Yoo Jae-hoon. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi