RADARSEMARANG.ID - Piala Dunia U-17 sedang menjadi pembicaraan hangat, bukan karena aksi cemerlang para pemain muda di atas lapangan, tetapi karena kontroversi yang melibatkan timnas Prancis.
Sebagaimana dikutip dari akun Instagram Bolalobfootball dan dirilis oleh media ternama Prancis, L'Equipe serta beberapa media sepak bola Afrika, ada satu pemain yang diduga ilegal dalam skuad tim Prancis.
Pemain tersebut adalah Yanis Issoufou, yang disebut-sebut telah melanggar aturan Fédération Internationale de Football Association (FIFA) yang melarang seorang pemain merubah kewarganegaraan dalam satu alur kejuaraan.
Issoufou, diketahui pernah memperkuat timnas U-17 Niger di kualifikasi Piala Afrika U-17 dan sukses membawa Niger lolos ke ajang tersebut.
Saat ini, di Piala Dunia U-17, Issoufou telah bermain sebanyak tiga kali di penyisihan grup bersama tim Prancis dan berhasil mengemas dua assist.
Namun, performanya yang impresif tersebut tercoreng dengan tuduhan ilegal yang belakangan menerpa.
Sementara itu, Burkina Faso dan Senegal, dua tim yang sudah tereliminasi oleh Prancis, sedang mencoba untuk memanfaatkan situasi ini.
Kedua tim tersebut sedang berusaha mengajukan banding atas hasil pertandingan mereka melawan Prancis, dengan harapan bisa membalikkan kekalahan mereka jika Prancis benar-benar terbukti melanggar aturan.
FIFA sekarang tengah menggelar penyelidikan terkait kasus ini. Apabila terbukti, Prancis bisa jadi terancam didiskualifikasi dari Piala Dunia U-17.
Selain itu, dua tim yang sebelumnya dikalahkan oleh Prancis, yakni Burkina Faso dan Senegal, kini juga sedang berusaha untuk mengajukan banding.
Penyelidikan ini menumbuhkan kekhawatiran dan penasaran di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Apakah Prancis akan tetap bertahan atau malah terancam didiskualifikasi? Kita masih menanti keputusan dari FIFA.
Namun, yang pasti, insiden ini telah menambah daftar panjang kontroversi yang pernah mewarnai sejarah sepak bola dunia.
Perlu diingat bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan belum ada keputusan final.
Namun, meski begitu, kasus ini jelas menunjukkan bahwa dalam sepak bola, kejujuran dan integritas adalah segalanya, dan setiap pelanggaran, tidak peduli sekecil apa pun, harus ditindak tegas. (mg19/tas)
Editor : Baskoro Septiadi