RADARSEMARANG.ID, - Gavi mengalami cedera lutut saat bermain untuk Spanyol dalam pertandingan terakhir kualifikasi Euro 2024 melawan Georgia, Senin (20/11).
Gelandang Barcelona tersebut terpaksa ditarik keluar setelah hanya bermain selama 26 menit karena cedera.
Dari pemberitaan RFEF sebelumnya melaporkan bahwa, Gavi menderita cedera parah di lutut kanannya.
Merekan mengklaim, Cedera lutut Gavi melibatkan robekan atau pecahnya Ligamen Cruciatum yang dikenal dengan istilah ACL (Anterior Cruciate Ligament).
Menurut RSUP DR Sardjito pada laman resminya, ACL merupakan ligamen yang menghubungkan antara tulang paha dan tulang kering, pada sendi lutut.
Cedera Ligamen disebut juga “sprain” dan dibagi berdasarkan tingkat keparahannya menjadi tiga derajat, yakni;
- Sprain derajat 1
Ligamen hanya teregang dan mengalami robekan-robekan mikroskopis, sehingga ligamen masih dapat berfungsi menjaga stabilitas sendi.
- Sprain derajat 2
Ligamen mengalami robekan parsial (sebagian), sehingga stabilitas sendi akan berkurang.
- Sprain derajat 3
Ligamen mengalami robekan komplit, sehingga sendi akan menjadi tidak stabil. Kebanyakn sidera ACL merupakan robekan komplit atau hampir komplit.
Cedera ACL biasanya terjadi ketika orang sedang berolahraga yang melibatkan perubahan arah gerakan lutut terlalu cepat, seperti olahraga basket atau sepak bola.
Selain itu, cidera ini juga dapat disebabkan karena mengurangi kecepatan gerak lutut secara mendadak, mendarat dari lompatan dengan posisi yang tidak tepat, atau karena benturan langsung pada daerah lutut.
Orang yang mengalami cedera ACL biasanya mendengar bunyi “pop” dan merasakan nyeri yang tiba-tiba ketika mengalami cidera.
Nyeri karena cedera ACL pada umumnya terasa sangat berat. Kemudian, lutut akan membengkak dalam beberapa jam setelah cidera dan terasa tidak stabil (seperti tidak bisa menahan beban tubuh).
Cedera ACL membutuhkan penanganan medis. Bila Anda mengalami gejala seperti yang telah dideskripsikan di atas, segeralah mencari bantuan medis.
Diagnosis cedera ACL dibuat berdasarkan gejala yang dirasakan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Hampir semua cedera ligamen dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis.
Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan adalah X-ray dan MRI lutut. Selanjutnya X-ray dilakukan untuk melihat ada tidaknya patah tulang yang mungkin menyertai cedera ACL, sedangkan MRI untuk melihat cedera berupa robekan ACL itu sendiri.
Sementara itu, melalui laman resmi Barcelona, telah mengeluarkan pernyataan tentang hasil tes yang dilakukan pada Senin pagi terhadap pemain utama mereka.
Dikabarkan bahwa Gavi mengalami robek total pada ligamen anterior (ACL) lutut kanannya dan juga mengalami cedera pada meniskus lateral.
Dia akan menjalani operasi dalam beberapa hari mendatang, dan setelah itu, kami akan memberikan pembaruan medis mengenai kondisinya.
Gavi mengungkapkan “Terima kasih atas pesan dukungan Anda, tidak diragukan lagi, sekarang adalah masa yang sulit bagi saya dan klub.”
“Saya akan segera kembali. Saya cinta kalian semua. ????,” Tulis Gavi di akun X @PaezGavi6 miliknya. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi