RADARSEMARANG.ID, Semarang – Polda Jateng telah melakukan berbagai persiapan untuk pengamanan Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan, Solo.
Termasuk dalam penggunaan gas air mata jika terjadi kerusuhan. Hanya boleh di luar stadion.
Polda Jateng komitmen akan menegakkan aturan tersebut. Sesuai mekanisme, pengemanan ring satu atau zona stadion menjadi tugas FIFA. Termasuk zona dua. Sementara tugas kepolisian berada di luar stadion.
"Nanti kalau ada kerusuhan di luar yang menjadi kawasan tanggung jawab kita, ya itu domain kita, kembali ke protap kita. Tetapi kalau di dalam stadion kita tidak menggunakan itu," ungkap Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda Senin (6/11).
Ada empat stadion yang digunakan sebagai pertandingan Piala Dunia U17, salah satunya stadion Manahan Solo. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 10 November sampai 2 Desember 2023.
"Jawa Tengah merupakan yang paling lama. Mulai dari start awal sampai ke penutupan, di sini. Penyisihan grup, kemudian juara dua dan tiga, juara satu dan penutupan. Jadi lebih lama, 25 hari operasi pengamanannya," bebernya.
Polda Jateng melakukan pengamanan dengan membentuk satgas Panwil Operasi Aman Bacuya dengan 3.616 personel. “Itu terdiri dari 3.206 Polri ditambah Kodam IV Diponegoro," jelasnya.
Proses pengamanan dilakukan di tempat-tempat latihan, rute, serta kegiatan sehari-hari kegiatan tim yang akan bertanding di Jateng.
Adan empat negara yang akan bertanding di Stadion Manahan Solo (Grup B). Terdiri dari Uzbekistan, Mali, Canada, dan Spanyol.
Selain pertandingan, Solo Raya juga menjadi tempat penginapan para tamu dari negara tersebut.
"Intinya bahwa bagaimana kita memelihara kamtibmas sehingga kegiatan inti yaitu pengaman bola itu sendiri bisa berjalan dengan baik," tandasnya.
Baca Juga: Kota Solo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Semi Final dan Final Piala Dunia U-17
Terkait skrining penonton, Polda akan berkoordinasi dengan FIFA. Menanggapi terkait hal yang paling diwaspadai, pihaknya mengatakan telah melakukan berbagai kesiapan dan antisipasi.
"Ya memang ada hal-hal yang perlu kita antisipasi. Tapi sejauh ini kita bisa nyatakan bahwa Polda Jateng siap mengamankan FIFA U-17 World Cup," katanya.
"Ini kan suatu kebanggaan buat warga Jawa Tengah, khususnya warga Solo Raya. Oleh sebab itu marilah kita menjadi tuan rumah yang baik. Kemudian kita dikenal Jawa Tengah itu penuh kesantunan, ramah tamah. Itu kita wujudkan agar tamu tamu kita ini merasa nyaman di Solo," pungkasnya. (mha/zal)
Editor : Baskoro Septiadi