Wali Kota Agustina Dorong Perempuan Jadi Penggerak Kota Semarang

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 15:46 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat berswafoto bersama PC Fatayat NU Kota Semarang usai talkshow
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat berswafoto bersama PC Fatayat NU Kota Semarang usai talkshow 'Perempuan Bicara Semarang Bergerak' pada Minggu (4/10/2026).

 

SEMARANG – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong perempuan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Kota Semarang. Bukan sekadar menjadi pendukung, perempuan diminta menjadi penggerak perubahan dari lingkungan terkecil.

Pesan itu disampaikan Agustina dalam Talkshow “Perempuan Bicara, Semarang Bergerak” bertajuk “Perempuan, Keluarga, dan Masa Depan Kota Semarang” yang digelar PC Fatayat NU Kota Semarang, Minggu (4/10). Kegiatan tersebut diikuti ribuan kader.

Agustina menegaskan, perempuan dan laki-laki memiliki posisi setara dalam pembangunan. Keduanya harus bergerak bersama agar kemajuan Kota Semarang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Laki-laki dan perempuan itu seperti sepasang sayap dari seekor burung yang terbang tinggi. Jika salah satu sayap patah, burung itu tidak akan dapat terbang. Kita berada pada posisi sebagai salah satu sayap apabila Kota Semarang ingin maju. Posisi kita setara,” kata Agustina.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah rumah tangga. Isu tersebut dinilai semakin penting di tengah penanganan kebakaran TPA Jatibarang.

Menurut Agustina, kesadaran mengurangi dan mengelola sampah harus dimulai dari rumah. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan lingkungan.

“Awareness terhadap sampah yang ada di wilayah kita itu datangnya dari kita. Tugas kita adalah membangunkan kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Selain lingkungan, perempuan juga didorong berperan dalam penguatan ekonomi keluarga melalui program Waras Ekonomi bagi UMKM dan IKM. Peran perempuan juga diarahkan untuk membantu percepatan penanganan stuntingserta memperkuat kepedulian terhadap kelompok disabilitas.

Pemkot Semarang juga merencanakan pembentukan Rumah Inspirasi Disabilitas di setiap kecamatan. Program tersebut berjalan beriringan dengan gerakan “Fatayat Berdaya – Perempuan Menjaga Keluarga, Merawat Kota”.

Agustina meminta gerakan perempuan tidak berhenti di ruang organisasi. Kader Fatayat NU diharapkan membawa gagasan tersebut ke lingkungan masing-masing dan mengubahnya menjadi aksi nyata.

“Mari kita berbicara tidak hanya untuk bergerak secara sendiri, tetapi juga untuk menggerakkan lingkungan kita. Melakukan sesuatu untuk memberi manfaat dan menyebarkan energi positif bagi lingkungan tempat kita,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
wali kota semarang agustina wilujeng waras ekonomi PC Fatayat NU Kota Semarang perempuan bicara semarang bergerak