Rekonstruksi Pembunuhan Mozza di Rumah Kos Candisari Semarang, Begini Pengakuan Teman Dekat Tersangka Very 

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 16:51 WIB

 

Tersangka Very duduk bersama saksi IM yang dihadirkan dalam proses rekonstruksi Pembunuhan Mozza
Tersangka Very duduk bersama saksi IM yang dihadirkan dalam proses rekonstruksi Pembunuhan Mozza

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa digelar di sebuah rumah kos di Gang Garuda, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026).

Tersangka Mahendra Very Dwi Anggara, 22, dihadirkan untuk memperagakan rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut. Rekonstruksi juga melibatkan sejumlah saksi, di antaranya tetangga kos, serta teman dekat tersangka dan rekannya yang berkaitan dengan penjualan motor milik Mozza. 

Salah satu saksi yang hadir adalah remaja berinisial IM, teman Very sejak sekolah saat masih di SMK. Dalam rekonstruksi, IM memperagakan adegan ketika dirinya datang ke kos tersangka setelah mendapat komunikasi melalui WhatsApp.

Baca Juga: Kronologi 55 Adegan Pembunuhan Mozza: Dari Kamar Kos hingga Jasad Dibuang ke Tebing Tol Jangli

IM mengaku sempat berkomunikasi dengan Very sebelum datang ke rumah kos tersebut. Ia kemudian datang untuk menemui dan berbincang dengan temannya itu.

"Sempat komunikasi sebelumnya lewat WhatsApp. Saya datang ke sini, kemudian dia cerita," ungkap IM seusai menjalani rekonstruksi di rumah kos Candisari kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/10/2026). 

Namun, menurut IM, saat pertemuan tersebut Very tidak menceritakan secara langsung mengenai dugaan pembunuhan yang terjadi. Very justru disebut bercerita mengenai kondisi pribadinya. 

Pertemuan ini, IM menyebut tersangka mengaku merasa sedih karena hingga usianya saat itu belum mampu membahagiakan ibunya.

"Intinya dari cerita itu dia bilang sedih, kok sampai sekarang, sampai umuran dia sekarang, belum bisa membahagiakan ibunya," bebernya.

Pertemuan tersebut berlangsung pada malam hari. IM memperkirakan, datang sekitar selepas Magrib atau setelah Isya. Sesampai kos tersangka, kemudian duduk bersama Very di area teras kos. 

Menurutnya, pertemuan itu berlangsung kurang dari satu jam sebelum IM meninggalkan lokasi.

"Sebentar, tidak sampai satu jam. Terus saya pulang," katanya.

IM juga mengaku melihat perubahan pada kondisi Very saat pertemuan tersebut. Menurutnya, Very terlihat sedih dan seperti sedang kebingungan.

"Kelihatan sedih, seperti orang lagi sedih dan bingung," ujarnya.

Baca Juga: Detik-Detik Rekonstruksi Pembunuhan Mozza di Semarang Memanas, Tersangka Dihajar Orangtua Korban

Meski demikian, IM mengaku tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi saat itu. Ia juga tidak melihat adanya karung atau barang tertentu yang dibawa tersangka ketika dirinya datang.

IM menegaskan, datang bertemu Very setelah peristiwa kekerasan terhadap korban terjadi dan setelah korban dibuang, sehingga tidak mengetahui secara langsung kejadian di dalam kamar kos.

"Saya datang setelah kejadian itu," katanya.

Menanggapi mengetahui setelah rekanya melakukan pembunuhan, IM mengaku masih sempat bertemu dengan Very setelah peristiwa tersebut. Namun, pertemuan itu terjadi cukup lama setelah kejadian.

Menurut IM, saat kembali bertemu, Very terlihat seperti biasa. Ia sama sekali tidak menyangka temannya tersebut ternyata terseret dalam kasus pembunuhan.

"Sempat ketemu lagi, cuma sudah lama banget setelah kejadian. Kelihatannya biasa-biasa saja. Tidak tahu ternyata habis melakukan seperti itu," ungkapnya.

Selain itu, IM juga mengaku terkejut ketika mengetahui Very menjadi tersangka.

"Kaget juga, Pak. Shock," katanya.

Ia juga mengetahui bahwa setelah kejadian, Very sempat bepergian ke luar kota. Namun, IM mengaku tidak mengetahui secara pasti ke mana tersangka pergi.

Terkait dugaan sepeda motor milik korban yang kemudian dijual, Imam tidak mengetahui secara langsung proses transaksi tersebut.

Sedangkan kehidupan Very sehari-hari di Semarang, IM juga mengaku tidak mengetahuinya dengan alasan tidak tinggal dalam satu kos dan tidak setiap hari bertemu.

"Kalau kehidupan sehari-hari saya kurang tahu, soalnya tidak satu kos dan tidak setiap hari ketemu. Mungkin teman-temannya yang satu kos atau teman dekatnya lebih tahu," pungkasnya.

Diketahui, pembunuhan ini terjadi pada 25 Juni 2025, sekitar pukul 14.00 sampai dengan 16.00. Kemudian jenazah dibuang wilayah Jangli, tebing jalan tol hari itu juga sekitar pukul 18.30. 

Kurang lebih setahun kemudian, korban ditemukan dalam kondisi sudah menjadi rangka Jumat tanggal 4 September 2026 dinihari. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
kasus pembunuhan mozza rekonstruksi pembunuhan mozza pembununan mozza tersangka very pembunuhan mozza Kesaksian teman tersangka pembunuh mozza