RADARSEMARANG.ID, Semarang – Saat api di TPA Jatibarang mulai mereda, aktivitas di dapur umum justru belum berhenti. Di halaman Kantor Kelurahan Bambankerep, panci dan kompor tetap menyala sejak dini hari.
Selasa (6/10) pagi, relawan bergantian menyiapkan makanan. Mulai memasak, mengemas, hingga mengangkut ratusan bungkus makanan ke TPA. Dalam sehari, pengiriman dilakukan empat kali.
Dapur umum itu dipindahkan dari kawasan TPA pada Sabtu (3/10) malam. Lokasi baru dipilih karena lebih luas, lebih nyaman, sekaligus relatif lebih aman dari kepulan asap.
Koordinator PSM Bambankerep Ratna Mariana mengatakan, dapur mulai beroperasi Minggu pagi. Saat itu, logistik masih terbatas. Menu yang tersedia hanya mi dan telur.
“Senin kami sudah mulai meracik sekitar pukul 02.00. Setelah itu langsung memasak untuk pengiriman,” kata Ratna.
Kini menu mulai bervariasi. Ada oseng kangkung, orak-arik, ayam, ikan, tempe hingga tahu. Untuk pengiriman pagi, misalnya, relawan menyiapkan oseng kacang dan telur goreng.
Setiap pengiriman rata-rata 200 hingga 300 bungkus. Sasaran utamanya petugas Damkar, relawan, warga sekitar dan para pemulung yang masih beraktivitas di kawasan TPA.
Keterbatasan tenaga sempat menjadi kendala. Namun, bantuan terus berdatangan. PSM Ngaliyan dan Mijen, FPMB, Tagana, Kodim, Dinas Sosial serta relawan lainnya ikut bergantian membantu.
Ratna menyebut sekitar 23 anggota PSM Ngaliyan ikut terlibat. PSM Mijen juga mengirim personel secara bergiliran. Mereka memastikan dapur tetap bergerak dari dini hari hingga malam.
“Capek pasti. Tapi lebih banyak senangnya. Bisa bermanfaat untuk orang lain dan bisa kolaborasi dengan relawan lain,” tuturnya.
Ratna sendiri merupakan warga Bambankerep. Ia juga merasakan langsung dampak kebakaran TPA. Asap sempat menyelimuti wilayah sekitar hingga Sam Poo Kong.
Baca Juga: Asap TPA Jatibarang Meluas ke 5 Kecamatan, Pemadaman Terus Dikebut
“Sesak. Saya sampai tidak berani buka pintu pagi-pagi. Menunggu terang dulu. Rasanya seperti berkabut,” ungkapnya.
Camat Ngaliyan Moeljanto mengatakan, dapur umum menyiapkan sekitar 300 paket dalam sekali produksi. Sebanyak 200 paket dikirim ke TPA. Sisanya untuk relawan dan petugas di posko.“Empat kali sehari pokoknya. Sekali bikin 300 bungkus,” ujarnya.
Jika dihitung berdasarkan empat kali distribusi, makanan yang disiapkan bisa mencapai sekitar 1.200 bungkus dalam sehari. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil pikap. Relawan BPBD mengambil makanan yang telah siap dan mengantarkannya ke lokasi.
Kini kondisi mulai membaik. Asap jauh berkurang. Rasa sesak juga sudah tidak dirasakan seperti pada awal kebakaran. Aktivitas dapur umum pun terus berjalan.
Sebab, meski kondisi TPA semakin terkendali, para petugas dan relawan masih bekerja di lapangan. Dan di Bambankerep, para relawan memastikan satu hal, dapur boleh sederhana, tetapi jangan sampai padam. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi