Sebanyak 7.010 Pelajar Ikuti IYSLO 2026, Adu Kemampuan di Bidang Sains dan Bahasa Tingkat Nasional

H. Arif Riyanto • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:26 WIB
Sebanyak 7.010 pelajar mengikuti ajang tingkat nasional Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2026 secara daring yang diselenggarakan Perkumpulan Pegiat Sains Madrasah (PPSM) Indonesia, Minggu (4/10/2026).
Sebanyak 7.010 pelajar mengikuti ajang tingkat nasional Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2026 secara daring yang diselenggarakan Perkumpulan Pegiat Sains Madrasah (PPSM) Indonesia, Minggu (4/10/2026).

RADARSEMARANG.ID, Semarang—Sebanyak 7.010 pelajar mengikuti ajang tingkat nasional Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2026 yang diselenggarakan Perkumpulan Pegiat Sains Madrasah (PPSM) Indonesia, Minggu (4/10/2026).

Ribuan peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA sederajat mengikuti kompetisi secara daring dari daerah masing-masing.

Pelaksanaan lomba berlangsung sejak pagi hingga sore dan dibagi ke dalam enam sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB dengan bidang Matematika untuk seluruh level.

Pelaksanaan Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2026 yang diselenggarakan Perkumpulan Pegiat Sains Madrasah (PPSM) Indonesia berlangsung sejak pagi hingga sore dan dibagi ke dalam enam sesi
Pelaksanaan Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2026 yang diselenggarakan Perkumpulan Pegiat Sains Madrasah (PPSM) Indonesia berlangsung sejak pagi hingga sore dan dibagi ke dalam enam sesi

 

Setelah itu, kompetisi dilanjutkan dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, kemudian IPA, IPS, hingga Bahasa Indonesia.

Sesi terakhir berakhir pukul 15.00 WIB.

Pembagian sesi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini mengingat jumlah peserta mencapai 7.010 orang.

Setiap peserta mengikuti jadwal sesuai bidang dan level kompetisi yang dipilih.

IYSLO 2026 mempertandingkan 21 bidang kompetisi berdasarkan jenjang dan level peserta.

Level 1 diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2 SD/MI, Level 2 untuk kelas 3 dan 4, serta Level 3 untuk kelas 5 dan 6.

Sementara itu, siswa SMP/MTs masuk Level 4 dan siswa SMA/MA berada pada Level 5.

Bidang yang diperlombakan meliputi Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Arab dengan ketersediaan bidang yang disesuaikan pada masing-masing level.

Ketua PPSM Indonesia sekaligus Ketua Panitia IYSLO 2026 Dr. Mohamad Tafrikan, M.Si., mengatakan, kualitas penyelenggaraan menjadi perhatian PPSM seiring dengan besarnya antusiasme peserta.

“Kami senantiasa berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas ajang ini,” kata Tafrikan.

Menurut Tafrikan, IYSLO tidak hanya diarahkan menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik.

Kompetisi ini juga ditujukan untuk menyediakan ruang bagi siswa Indonesia dalam mengembangkan minat dan bakat pada bidang bahasa, sains, sosial, dan matematika.

PPSM juga menempatkan pengembangan daya nalar, kemampuan intelektual dan emosional, serta jejaring antarpelajar sebagai bagian dari tujuan penyelenggaraan IYSLO.

Ajang ini telah dirintis sejak 2021 dan memasuki tahun keenam penyelenggaraan pada 2026.

Di balik pelaksanaan kompetisi secara daring, pengawasan menjadi salah satu perhatian panitia.

Peserta diwajibkan menggunakan dua perangkat berbeda selama perlombaan.

Perangkat utama digunakan untuk mengerjakan soal melalui sistem E-Ujian, sedangkan perangkat kedua digunakan untuk bergabung dalam Zoom Meeting sebagai sarana pengawasan.

Kamera pada perangkat pengawas harus tetap aktif dengan posisi yang memungkinkan panitia melihat peserta dari samping selama mengerjakan soal.

Di saat yang sama, aktivitas peserta juga dipantau melalui sistem ujian.

Peserta tidak diperbolehkan mendapat pendampingan dalam jarak dekat selama mengerjakan soal.

Buku, telepon genggam, alat hitung, serta alat bantu lainnya juga tidak diperkenankan berada di meja peserta.

Panitia secara khusus melarang penggunaan artificial intelligence (AI), kalkulator, kamus, buku, maupun alat komunikasi untuk membantu menjawab soal.

Peserta hanya diperbolehkan menggunakan pena dan kertas kosong untuk keperluan perhitungan.

Pelanggaran yang dilakukan setelah peringatan dapat berujung pada pengurangan nilai hingga diskualifikasi.

Sebelum kompetisi, peserta mendapat kesempatan mengikuti pembinaan pra-lomba bersama pemateri dari PPSM Indonesia pada 27 September 2026.

Pembinaan diberikan berdasarkan bidang yang diikuti peserta, mulai dari Matematika, bahasa, IPA, hingga IPS.

Sehari sebelum perlombaan, Sabtu (3/10/2026), panitia juga membuka simulasi sistem pada pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Simulasi tersebut digunakan agar peserta terbiasa dengan mekanisme E-Ujian sekaligus memastikan akun dan perangkat dapat berfungsi sebelum hari kompetisi. Peserta yang mengalami kendala juga mendapat fasilitas sesi tanya jawab secara daring.

Sistem tersebut menjadi penting karena panitia tidak menyediakan sesi susulan.

Kendala teknis pada perangkat maupun jaringan peserta menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

Dengan jumlah peserta mencapai 7.010 pelajar, IYSLO 2026 menjadi momentum bagi PPSM untuk memperluas ruang kompetisi sains dan bahasa sekaligus menjaga kualitas penyelenggaraan di tengah tingginya partisipasi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. (aro/web)

 

Editor : H. Arif Riyanto
indonesian youth science and language olympiad Bahasa Inggris PPSM SAINS MATEMATIKA