Gas Sulfur Dioksida Lampaui Ambang Batas, Asap Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Ancam Pernapasan

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Personil damkar masih bersiaga dilokasi kebakaran TPA Jatibarang memasuki hari kedua Kamis (1/10/2026).
Personil damkar masih bersiaga dilokasi kebakaran TPA Jatibarang memasuki hari kedua Kamis (1/10/2026).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Keamanan udara di sekitar TPA Jatibarang, dianggap sudah diatas ambang batas karena mengandung kadar sulfur dioksida atau SO₂.

Hal ini diketahui setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, melakukan pengukuran kualitas udara di sekitar TPA Kamis (1/10) kemarin.

Kepala Dinkes Kota Semarang,M Abdul Hakam mengatakan, hasil pengukuran menunjukkan parameter PM2,5 masih dalam batas normal.

"PM2,5-nya masih dalam batas normal. Kita menemukan sulfur dioksida atau SO₂ yang lebih dari nilai ambang batas," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (2/10).

Baca Juga: Arah Angin Berubah, Asap Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Bergeser ke Kedungpane Mijen

Dia menerangkan, kadar SO₂ yang melampaui ambang batas ditemukan terutama di Lapangan SMA Negeri 7 Semarang, SPPG yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, serta kawasan Bambankerep

"Di Lapangan SMA Negeri 7, SPPG, dan Bambankerep angkanya di luar ambang batas. Yang lain masih dalam ambang batas," ujarnya.

Hakam menyebut, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi warga yang terpapar asap tanpa perlindungan. Terutama mereka yang memiliki kormorbid, atau penyakit penyerta.

"Kalau tidak pakai masker, pasti akan berisiko terkena infeksi saluran napas atau gangguan pernapasan. Terutama mereka yang usia renta dan memiliki penyakit penyerta," jelasnya.

Karena itu, warga yang berada di sekitar lokasi terdampak diminta menggunakan masker, terutama mereka yang berada di kawasan paling dekat dengan TPA Jatibarang.

Dinkes Kota Semarang juga meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak asap, termasuk Mijen, Ngaliyan, serta kelurahan Purwoyoso.

"Kawan-kawan di Puskesmas Mijen, Karangmalang, Ngalian, Purwoyoso sampai sisi Semarang Barat saya minta bersiap diri," kata Hakam.

Menurutnya, petugas juga akan menelusuri riwayat paparan asap pada warga yang datang dengan keluhan gangguan pernapasan. Hakam memastikan pengukuran kualitas udara akan kembali dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi.

Baca Juga: Asap Kebakaran TPA Jatibarang Makin Pekat, 5 Kelas SDN Ngaliyan 04 Semarang Terpaksa Belajar dari Rumah

"Ada pertanyaan yang harus disampaikan kepada orang-orang yang datang dengan gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sesak. Apakah rumahnya dekat dengan wilayah TPA atau tidak, atau tidak dekat tetapi terkena jalur asap," jelasnya.

Terkait aktivitas sekolah maupun SPPG, Hakam mengatakan Dinkes tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan penghentian kegiatan.

"Kita tidak bisa merekomendasikan SPPG berhenti, sekolah berhenti. Yang kita rekomendasikan adalah hasil pengukuran ini," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
sulfur dioksida asap TPA Jatibarang kualitas udara Semarang TPA Jatibarang Dinkes Kota Semarang