RADARSEMARANG.ID, Semarang – Asap kebakaran TPA Jatibarang tak selalu bergerak ke arah yang sama. Perubahan angin membuat kepulan asap bergeser hingga Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen. Meski sempat terasa, sejauh ini belum ada laporan warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Camat Mijen Suhartini mengatakan, kondisi wilayah Mijen secara umum tidak terlalu terdampak. Namun, Kelurahan Kedungpane menjadi kawasan yang sempat merasakan asap ketika arah angin bergerak ke wilayah tersebut.“Kalau kemarin anginnya ke sana, Kedungpane yang kena,” katanya.
Kondisi tersebut membuat pemantauan dilakukan secara berkala. Suhartini mengaku terus berkoordinasi dengan Lurah Kedungpane untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.
Bahkan, ia sempat mendapat cerita dari warga wilayah Ngaliyan yang rumahnya terdampak asap. Warga tersebut mengaku khawatir karena di rumahnya terdapat anak kecil dan cucu.
Baca Juga: Asap Kebakaran TPA Jatibarang Belum Hilang, 7 Kelurahan di Ngaliyan Masih Terpapar
Menurut Suhartini, arah angin menjadi faktor yang membuat dampak asap berbeda dari satu wilayah dengan wilayah lainnya. Ketika angin bergerak ke arah Kedungpane, kawasan tersebut ikut terpapar. Namun saat angin beralih, asap pun berpindah.
“Kalau anginnya beralih ke sana, ya Kedungpane ini yang kena. Tapi sampai saat ini tidak ada komplain,” ujarnya.
Lurah Kedungpane Ananta Budhi Baktiar mengatakan, pihak kelurahan sudah meminta seluruh RT dan RW aktif memantau kondisi warganya. Warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap diminta segera melapor.
Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Puskesmas terdekat. Namun, hingga Jumat (2/10), belum ada warga yang melaporkan gangguan kesehatan akibat asap TPA Jatibarang.
“Untuk RT/RW kalau ada warga yang terganggu kesehatan akibat asap TPA Jatibarang, kami minta segera laporan. Nanti kami tindak lanjuti ke Puskesmas terdekat. Sampai saat ini belum ada sama sekali,” jelasnya.
Di wilayah Kedungpane terdapat dua sekolah dasar dan satu sekolah menengah kejuruan. Kondisi asap juga menjadi perhatian pihak sekolah. Ketika kepulan asap cukup pekat, sekolah dapat mengambil langkah antisipasi dengan memulangkan siswa.
“Kalau asapnya pekat, biasanya langsung ada tindakan, seperti dipulangkan,” katanya.
Ananta mengatakan, belum adanya laporan kesehatan dari warga kemungkinan juga dipengaruhi pergerakan angin yang cepat berubah. Asap tidak menetap lama di satu wilayah sehingga dampaknya tidak selalu dirasakan sepanjang hari.
Sementara itu, terkait kualitas udara di Kedungpane, pihak kelurahan masih berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan informasi hasil pemantauan.
Suhartini menambahkan, warga di wilayahnya memahami bahwa asap tersebut merupakan dampak kebakaran TPA Jatibarang yang masih dalam penanganan. Karena itu, pihak kecamatan tetap melakukan pemantauan meski belum menerima keluhan kesehatan dari warga.
“Kami selalu monitor bersama Pak Lurah. Ke mana arah asapnya, kami pantau terus,” tandasnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi