RADARSEMARANG.ID, Semarang – Asap kebakaran TPA Jatibarang tak hanya mengganggu warga di sekitar lokasi. Kepulan asap dan bau sangit menyebar ke sejumlah wilayah Kota Semarang, Kamis (1/10) pagi. Sedikitnya empat kecamatan terdampak, yakni Ngaliyan, Mijen, Gunungpati, dan Semarang Barat.
Di Kecamatan Ngaliyan, paparan asap dirasakan warga Kelurahan Ngaliyan, Bambankerep, Kalipancur, Wates, dan Purwoyoso. Di Kecamatan Mijen, asap terutama dirasakan warga Kelurahan Kedungpane yang menjadi lokasi TPA Jatibarang.
Sementara di Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Sadeng yang berada di seberang TPA turut terdampak. Sedangkan di Kecamatan Semarang Barat, asap dan bau sangit terasa di Kelurahan Krapyak, kawasan Kalibanteng, Manyaran, Kembangarum dan sekitarnya. Sebaran asap juga dilaporkan hingga Kelurahan Jerakah, Kecamatan Tugu.
Baca Juga: Asap Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Ganggu Warga, Anak Sekolah Ikut Terdampak
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (1/10) sekitar pukul 07.00, asap tipis sudah tercium dari Jalan Siliwangi, kawasan Kalibanteng. Bau bakaran sampah cukup menyengat. Pandangan pengendara juga terlihat sedikit terganggu.
Kondisi serupa masih terasa sampai Samsat III Krapyak. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengenakan masker. Beberapa lainnya tampak mengucek mata saat melintas.
Asap dan bau sangit kemudian terasa di Jalan Gatot Subroto. Di depan Pengadilan Negeri Semarang, pengendara mengeluhkan asap yang cukup banyak.“Asapnya banyak,” ujar Budi, pengendara sepeda motor.
Gangguan juga terasa hingga Jalan Untung Suropati. Tepat di depan SMA Negeri 7 Semarang, seorang pengendara bahkan turun dari motor untuk mengenakan masker. “Pandangan saya terganggu dan mengganggu pernapasan,” ujar Ahmad.
Di Bambankerep, paparan asap sempat cukup pekat pada Kamis pagi. Lurah Bambankerep Agung Susilo mengatakan, lima RW di wilayahnya terdampak. Namun, ketebalan asap berubah mengikuti arah angin.“Dampaknya mengikuti arah angin. Kadang kalau ke barat, asapnya ke barat,” katanya.
Agung menyebut, kondisi paling terasa pada pagi hari. Setelah beberapa waktu, asap mulai berkurang. Hingga saat itu belum ada laporan warga mengalami sesak napas maupun gangguan kesehatan akibat paparan asap.“Kalau ada yang sakit, sesak, dan sebagainya, segera lapor atau langsung ke Puskesmas. Sejauh ini belum ada,” ujarnya.
Kelurahan Bambankerep telah menyampaikan imbauan melalui jaringan RT dan RW. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat. Kemudian menggunakan masker dan menutup pintu serta jendela agar asap tidak masuk rumah.
Warga juga diminta menjaga hidrasi dan tidak membakar sampah yang dapat menambah sumber asap. Jika mengalami gangguan pernapasan, warga diminta segera mendapatkan penanganan di Puskesmas.
Sementara itu, Lurah Kedungpane Ananta Budhi Baktiar mengatakan kondisi paling tebal berada di sekitar TPA. Wilayah yang paling dekat dengan lokasi adalah RW 4 dan RW 3.“Kalau anginnya ke barat, otomatis yang tebal itu arah barat. Masih mengikuti arah angin,” jelasnya.
Baca Juga: Asap Makin Tebal, Siswa SDN Ngaliyan 04 Pulang Lebih Awal: Mata Pedih hingga Sesak Napas
Hingga Kamis pagi, belum ada laporan warga Kedungpane mengalami gangguan kesehatan akibat asap. Pihak kelurahan terus meminta RT dan RW memantau kondisi warga dan segera melapor apabila ada keluhan.
Ananta juga mengatakan api belum sepenuhnya dapat dipastikan padam. Kobaran sempat hilang, tetapi kembali muncul di sejumlah titik ketika gas metana terbakar.
“Api itu padam, tapi kadang kalau ada gas metan lagi pasti menyala lagi. Tadi pagi sudah padam, kemudian ada yang timbul lagi,” katanya.
Proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan. Tumpukan sampah dikeruk menggunakan ekskavator. Kemudian disemprot air untuk mengurangi potensi munculnya kembali api dari dalam tumpukan.
Di sisi lain, asap juga dirasakan warga Jerakah, Kecamatan Tugu. Bau sangit tercium hingga Jalan Walisongo dan kawasan Mangkang. “Asapnya sampai Tugu. Di Jalan Walisongo ini juga terdampak, sangit semua,” ujar Adi, warga Jerakah.
Sebaran asap yang berubah mengikuti arah angin membuat warga diminta tetap waspada. Terutama ketika konsentrasi asap meningkat. Pemantauan di wilayah terdampak terus dilakukan sembari menunggu proses pemadaman dan pendinginan TPA Jatibarang tuntas. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi