RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebakaran kembali terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang. Kali ini, titik api muncul di area berbeda dari lokasi kebakaran sebelumnya dan melanda zona 1, zona 2, serta sebagian zona 3, Rabu (30/9) malam.
Kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 18.00. Kobaran api kemudian meluas sehingga petugas gabungan harus melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke area lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, meminta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) melakukan pemadaman serta memutus jalur api menggunakan alat berat agar kebakaran tidak menyebar ke titik lain.
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatibarang Meluas Capai 10 Hektare, Kabut Asap Mulai Menyebar
Handi menerangkan, area TPA yang terbakar kali ini bukan dari zona 3 yang beberapa waktu lalu juga mengalami kejadian serupa. Kali ini, titik api muncul di zona lainnya sekitar pukul 18.00 petang.
"Areanya berbeda, bukan seperti yang kemarin terbakar, kali ini di zona 1, 2 dan sebagain zona 3, area yang terbakar lebih luas," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Tujuh armada Damkar dikerahkan untuk menangani kebakaran. Selain itu, tujuh mobil dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) disiagakan untuk menyediakan pasokan air. Tim BPBD juga mendirikan dapur umum guna menyediakan logistik bagi petugas yang berada di lokasi.
Sementara itu, alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) digunakan untuk memutus jalur api.
Upaya tersebut dilakukan dengan membuat selokan agar kobaran api tidak merembet ke area lainnya.
"Fokus kita saat ini adalah memadamkan api, yang dilakukan Damkar lalu alat berat dari DLH bertugas memutus jalur api dengan membuat selokan," bebernya.
Selain kondisi kemarau yang membuat suhu cukup panas, material yang berada di dalam timbunan sampah juga diduga menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya titik api.
Handi menjelaskan, penyebab kebakaran diduga terjadi karena suhu saat musim kemarau yang cukup panas, yang bisa menjadi sumber api.
Apalagi di tumpukan sampah, juga ada barang-barang limbah berbahaya, seperti bekas baterai, botol parfum, dan barang lainnya yang mudah meledak.
"Baterai bekas dan parfum botol bekas ini kalau panas kan meledak, bisa jadi titik api. Ditambah dengan gas metan yang ada, sehingga api cepat berkobar,"pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi