Kebakaran TPA Jatibarang Meluas Capai 10 Hektare, Kabut Asap Mulai Menyebar

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 05:08 WIB
Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang meluas hingga 10 hektar dan merembet ke beberapa zona yang ada, seperti zona 1 dan 2, Kamis (1/10) sekitar pukul 00.15.. (Nurchaim)
Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang meluas hingga 10 hektar dan merembet ke beberapa zona yang ada, seperti zona 1 dan 2, Kamis (1/10) sekitar pukul 00.15.. (Nurchaim)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang meluas hingga 10 hektar dan merembet ke beberapa zona yang ada, seperti zona 1 dan 2, Kamis (1/10) sekitar pukul 00.15.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, titik api baru bermunculan karena gas metan yang ada didalam sampah. Bahkan terdengar beberapa kali ledakan dari tumpukan sampah, yang disertai kobaran api yang cukup besar dengan bentuk meliuk seperti angin.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, terus berjibaku memadamkan api, mereka dibantu oleh mobil tangki dari DPU, DLH, BPBD, serta PMI.

Baca Juga: TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Wali Kota Semarang Agustina Bakal Siagakan Petugas

"Yang disana itu titik baru, apinya keluar seperti menyembur dari tumpukan sampah karena adanya gas metan," ujar petugas damkar ketika memadamkan api.

Menurut informasi yang ada, api kali pertama muncul sekitar pukul 18.00, Rabu (30/9) petang. Saat ini kobaran api masih membara di zona satu hingga tiga TPA Jatibarang. 

"Total ada 10 hektar lahan yang terbakar, kita fokus melakukan penyekatan, agar tidak semakin meluas," kata Kepala Damkar Kota Semarang, Sih Rianung.

Menurut dia, api cepat membesar karena gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah. Ia juga melihat kobaran api menjalar ke atas seperti meliuk mengikuti hembusan angin.

"Seperti semburan api, karena adanya gas metan. Penyebabnya kita belum tahu, bisa jadi karena kemarau yang terlalu panas," jelasnya.

Sebanyak tujuh armada dan 50 petugas Damkar Kota Semarang dikerahkan untuk memadamkan proses kebakaran. Damkar juga masih memiliki tiga armada cadangan yang akan disiagakan jika kobaran api semakin membesar. 

"Saya tidak bisa memprediksi (pemadaman) selesai kapan. Karena kalau kebakaran TPA cukup sulit, ada beberapa titik dan pemadaman harus tuntas, agar bara api tidak lagi muncul," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono menyatakan proses pemadaman terus dilakukan dengan memastikan suplai air tidak terputus. 

Pihaknya juga menggunakan sistem paralel agar armada tangki bisa saling bergantian mengisi air. Adanya gas metan didalam tumpukan sampah, menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Baca Juga: TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Api Padam 4 Jam Kemudian, 45 Personel Masih Siaga

"Kita fokus menyekat area agar tidak meluas, belum bisa langsung ke titik api," tambah dia.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kepulan asap masih membumbung tinggi ke angkasa. Sejumlah ruas jalan di sekitar TPA Jatibarang pun terlibat dipenuhi asap. Seperti di daerah dekat SMA 7 Semarang, daerah Kalipancur, Kalibanteng, Krapyak hingga daerah Jrakah. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
tpa Jatibarang kebakaran tpa jatibarang semarang KABUT ASAP KEBAKARAN