TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Wali Kota Semarang Agustina Bakal Siagakan Petugas

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 18:47 WIB
Petugas Damkar Kota Semarang Berjibaku memadamkan api yang melahap zona 3 TPA Jatibarang, Senin (28/9/2026) malam.
Petugas Damkar Kota Semarang Berjibaku memadamkan api yang melahap zona 3 TPA Jatibarang, Senin (28/9/2026) malam.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebakaran kembali terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Senin (28/9) malam

Dari informasi yang himpun peristiwa ini terjadi di zona 3 dengan area terdampak sekitar 1.000 meter persegi. Kobaran api berhasil dikendalikan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang sekitar pukul 03.45 WIB, Selasa (29/9) dini hari.

"Sudah dilakukan penanganan, saat ini terus dilakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (29/9).

Menurutnya, kebakaran di TPA Jatibarang bukan persoalan baru. Tumpukan sampah di kawasan tersebut memiliki potensi menghasilkan gas metan yang mudah terbakar, terutama ketika kondisi kemarau dan angin cukup kencang.

Agustina mengingat kembali kebakaran yang pernah terjadi pada 2024-2025. Saat itu, api disebut sempat berwarna biru yang mengindikasikan adanya kandungan gas metan dari timbunan sampah.

"Karena tumpukan di bawahnya ini memang mengandung gas metan. Bahkan dulu apinya biru, karena ada gasnya,"ujarnya.

Pemkot kata dia, sebelumnya berupaya memanfaatkan gas metan dengan menggandeng sejumlah pihak. Namun, rencana tersebut belum dapat berjalan optimal karena hasil pengolahan gas metan belum memenuhi standar untuk diterima PLN.

"Gas metan ini dulu pernah diinisiasi dengan teknologi tertentu, dikerjasamakan dengan berbagai pihak. Ternyata ketika sampai di PLN tidak memenuhi standar. Ditolak," jelasnya.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Semarang terus mendorong pengolahan sampah melalui teknologi yang dapat mengurangi timbunan di TPA Jatibarang.

Dia menyebut pengolahan sampah melalui teknologi perilisis diharapkan secara bertahap mengurangi deposit sampah yang sudah ada. Sementara proses pengolahan lainnya diharapkan tidak menambah volume timbunan.

"Yang kita lakukan saat ini sedikit demi sedikit mengurangi sampah yang sudah ada. Dan ini akan berjalan beriringan," tambah dia.

Agustina menambahkan, Pemkot Semarang masih harus menghadapi persoalan timbunan sampah di TPA Jatibarang hingga proses pengolahan sampah berjalan optimal. Pemerintah menargetkan kondisi tersebut dapat tertangani seiring pembangunan fasilitas pengolahan sampah hingga 2028.

"Apapun itu kita masih akan menanggung timbunan sampah sampai tahun 2028, ketika proses pengolahan sampahnya ini dibangun," ujarnya.

Untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, Agustina menegaskan langkah yang saat ini bisa dilakukan adalah meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan di kawasan TPA.

"Yang bisa kita lakukan supaya kebakaran itu tidak terjadi lagi? Ya, kita berjaga. Berjaga terus," pungkasnya.

Terpisah Sekretaris Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.10 WIB. Total ada 40 personel dan tujuh armada dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

"Kami mendapati api telah membakar di Zona 3 dan area yang terbakar sekitar 1.000 meter persegi. Petugas langsung melakukan proses pemadaman dan penyekatan area agar tidak merambat ke zona lainnya," jelasnya.

Damkar kata dia, terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber mata air terdekat dengan menggunakan pompa portable.

"Menurut keterangan dari Kepala TPA Jatibarang, dugaan sementara penyebab kebakaran belum diketahui," ungkapnya.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang Tantri Pradono menambahkan, kondisi kebakaran saat ini telah padam. Namun, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan.

"Saat ini pendinginan, sudah tidak ada titik api, hanya beberapa titik yang masih ada kepulan asap," katanya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
tpa Jatibarang kebakaran Damkar Kota Semarang Agustina Wilujeng Pamestuti