RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Perum Banpres, RT 01/RW 02, Kelurahan Tlogomulyo, Pedurungan digegerkan adanya temuan bayi, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 05.30. Bayi jenis kelamin laki-laki tersebut diduga sengaja dibuang orangtuanya.
Bayi tak berdosa tersebut digeletakkan di pekarangan kosong. Kali pertama ditemukan warga sekitar, kondisinya memperihatinkan. Tubuh bayi ditemukan dalam posisi tengkurap, rerumputan, dan masih bernafas.
Bayi tersebut ditemukan pertama oleh Fitriani, 47. Awalnya, perempuan ini mendengar suara tangisan dari arah pekarangan kosong yang berada di depan rumahnya. Fitriani kemudian keluar rumah dan mendatangi sumber suara tersebut.
Setelah mendekat, ia melihat seorang bayi laki-laki dalam posisi tengkurap di tanah. Selanjutnya, temuan ini disampaikan kepada warga lainnya, Rahmawati, 43, dan diteruskan ke Ketua RW dan kepolisian Polsek Pedurungan.
Baca Juga: Bupati Cilacap Syamsul Dituntut 7 Tahun, Sekda 4 Tahun dalam Kasus Peras THR OPD
"Saya mendengar suara tangisan bayi dari arah pekarangan. Setelah saya datangi, ternyata ada bayi laki-laki dalam posisi tengkurap," ungkapnya, Selasa (29/9/2026).
Selanjutnya, warga bersama pihak terkait segera mengevakuasi bayi tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis. Petugas membawa bayi ke Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Petugas medis Puskesmas Bangetayu kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi bayi. Pemeriksaan menunjukkan bayi memiliki berat badan sekitar 3 kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter.
Petugas medis juga menemukan memar pada bagian dada dan luka pada bibir bayi. Puskesmas Bangetayu kemudian merujuk bayi tersebut ke Rumah Sakit Wongsonegoro (RSWN) Ketileng, Semarang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Setelah mengetahui ada bayi di pekarangan, kami langsung melaporkan kepada Ketua RW agar segera mendapatkan pertolongan dan penanganan medis," katanya.
Sementara, Fero, tetangga Fitriani mengaku juga sempat mendengar suara gaduh disekitaran rumahnya, yang berdekatan dengan lokasi penemuan.
Menurutnya, setelah mendengar suara tersebut, juga sempat mengintip dari balik jendela rumah dan melihat satu orang tak dikenal melintas depan rumahmya.
Baca Juga: Cuma Modal Niat! Jemaah Haul Solo 2026 Bisa Tidur dan Makan Gratis di Lokasi-Lokasi Ini
"Sempat dengar suara gaduh di luar, terus lihat dari jendela ada orang lewat, tapi gak kenal," katanya.
Pihak Polsek Pedurungan Polrestabes Semarang langsung menindaklanjuti laporan dan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Petugas juga mengamankan lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Polisi turut mendata berbagai informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
Kapolsek Pedurungan Kompol Navy Pradhana Prima Satya mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan penemuan bayi tersebut.
"Kami sudah mendatangi lokasi, mengamankan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bayi mendapatkan penanganan medis," ujarnya.
Menurutnya, saat ini juga tengah mengecek kamera CCTV yang berada di sekitar Perum Banpres dan lokasi penemuan bayi. Polisi berharap rekaman CCTV dapat membantu mengungkap aktivitas sebelum bayi ditemukan.
"Penyelidikan awal, kami lakukan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut. Kami juga mengecek CCTV di sekitar lokasi penemuan," jelasnya.
Penyidik juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang pertama kali mengetahui keberadaan bayi. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pihak yang meninggalkan bayi laki-laki tersebut di pekarangan kosong Perum Banpres.
"Informasi dari masyarakat sangat berarti bagi proses penyelidikan. Kami mengajak siapa pun yang mengetahui informasi untuk segera melapor dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya," pungkasnya.
Temuan ini menjadi catatan baru Polsek Pedurungan. Sebelumnya, juga telah ditemukan bayi laki-laki dalam kardus di samping rumah warga, Kelurahan Penggaron Kidul, Pedurungan, 10 September 2026 sekitar pukul 05.30. Bayi tersebut diperkirakan baru lahir sekitar satu jam sebelum ditemukan.
Polisi menemukan pakaian dengan bercak darah dan masih menelusuri orang yang meninggalkan bayi tersebut.
Tahun sebelumnya, bayi perempuan ditemukan di selokan Ngablak Kidul, Kelurahan Muktiharjo, Pedurungan, 15 November 2025, sekitar pukul 18.00. Temuan ini setelah warga mendengar tangisan bayi. Bayi masih hidup ini kemudian mendapat perawatan medis.
Kasus tersebut kemudian terungkap. Seorang perempuan berusia sekitar 21 tahun mengakui telah meninggalkan bayinya. Polisi menyebut bayi langsung dibuang tidak lama setelah dilahirkan. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi