Dari Air Laut hingga Bencana, Inovasi Pengolahan Air Undip Raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang

Ida Fadilah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:22 WIB

 

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi menyerahkan trophy dan sertifikat pada Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D, dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Hotel Patra Jasa, Jumat (25/9/2026).
Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi menyerahkan trophy dan sertifikat pada Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D, dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Hotel Patra Jasa, Jumat (25/9/2026).
 
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) meraih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang sebagai Perguruan Tinggi dengan Inovasi Teknologi Pengolahan Air Bersih.
 
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Undip dalam mengembangkan teknologi pengolahan air yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pengolahan air laut dan air payau hingga penyediaan air bersih.
 
Dalam malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang, Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., hadir mewakili Undip di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jumat (25/9/2026). Penyerahan trofi dan sertifikat dilakukan oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi. Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, dan sejumlah kepala daerah penerima penghargaan lainnya. Ada pula dari sektor pendidikan, kesehatan, tokoh inspiratif hingga pengusaha.
 
Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus pengingat bagi Undip untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
 
“Atas nama Undip saya ucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Bagi kami ini adalah sebuah kepercayaan. Seperti yang disampaikan Pak Gubernur tadi, ini adalah ajang untuk menyemangati dan mawas diri bahwa masih banyak yang harus kita kerjakan untuk masa depan Jawa Tengah dan bangsa,” kata Wijayanto.
 
Menurut Wijayanto, Undip telah mengembangkan teknologi yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih hingga air minum. Teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, seperti Demak, Brebes, Jepara, Grobogan, Pekalongan, Cilacap hingga Nusakambangan. Pengembangan teknologi serupa juga menjangkau wilayah Maluku.
 
“Kami hadir mengubah air laut menjadi air minum. Ada di berbagai kota di Jateng seperti Demak, Brebes, Jepara, Grobogan, Pekalongan, Cilacap termasuk Nusakambangan. Di sektor nasional juga ke Maluku,” ujar Wijayanto.
 
Salah satu inovasi tersebut dikembangkan Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., bersama tim Undip melalui Unit Pengolahan Air Tanggap Bencana atau mobile water treatment.
 
Teknologi ini mampu mengolah air menjadi air bersih sekaligus air siap dikonsumsi. Setiap unit memiliki kapasitas sekitar 20 ribu liter air bersih dan 2 ribu liter air minum per hari.
 
Lima unit teknologi tersebut telah diserahkan Undip kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada September 2026 untuk mendukung penanganan bencana di Jawa Tengah.
 
Prof I Nyoman mengatakan pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari kontribusi Undip dalam mendukung kebutuhan masyarakat saat terjadi bencana.
 
“Ini merupakan awal kontribusi UNDIP dalam mendukung tanggap bencana di Indonesia. Kami berharap kepercayaan ini terus berkembang sehingga UNDIP dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam kebencanaan di Indonesia,” ujar Prof I Nyoman.
 
Pengembangan teknologi air tersebut juga berkaitan dengan persoalan lingkungan dan perubahan iklim, khususnya di kawasan pesisir. Wijayanto bersama peneliti dari Universitas Amsterdam sebelumnya melakukan riset mengenai kerentanan masyarakat pesisir Demak terhadap perubahan iklim.
 
Penelitian berjudul “Beyond the Tide: Climate Disinformation, Religious Authority, and Coastal Vulnerability in Demak” itu dipresentasikan dalam konferensi internasional EUROSEAS 2026 di Madrid, Spanyol.
 
Riset tersebut mengangkat persoalan banjir rob, kenaikan muka air laut, abrasi dan kerusakan lingkungan di Demak. Hal ini memperkuat pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan air bersih masyarakat.
 
Ke depan, Undip mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta agar teknologi pengolahan air dapat dimanfaatkan lebih luas dan berkelanjutan, terutama di wilayah yang membutuhkan akses air bersih. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
anugerah jawa pos radar semarang 2026 UNDIP