Alun-Alun Kauman Tak Boleh Sepi Usai MTQ, Agustina Dorong Jadi Pusat Budaya

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 21:24 WIB
Wali Kota Semarang saat menghadiri Nostalgia Dugderan dan Bazar Expo Kauman Kampung Qur’an yang menjadi rangkaian event MTQ Nasional XXXI, Minggu (13/9/2026). (Prokompim Kota Semarang for Rase)
Wali Kota Semarang saat menghadiri Nostalgia Dugderan dan Bazar Expo Kauman Kampung Qur’an yang menjadi rangkaian event MTQ Nasional XXXI, Minggu (13/9/2026). (Prokompim Kota Semarang for Rase)

 

SEMARANG – Alun-Alun Masjid Agung Kauman tak ingin hanya ramai saat ada perhelatan besar. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong kawasan bersejarah itu naik kelas menjadi pusat budaya yang hidup sepanjang waktu.

Gagasan tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri Nostalgia Dugderan dan Bazar Expo Kauman Kampung Qur’an, Minggu (13/9). Kegiatan itu menjadi bagian dari side event MTQ Nasional XXXI 2026.

Menurut Agustina, Alun-Alun Kauman memiliki modal kuat untuk menjadi ruang budaya. Lokasinya lekat dengan sejarah Dugderan. Masyarakat juga sudah memiliki ikatan kuat dengan kawasan tersebut.

Karena itu, aktivitas budaya tidak boleh berhenti ketika sebuah acara selesai.

“Saya berharap suatu hari kita sampai pada titik di mana ada perhelatan budaya yang berkesinambungan di Alun-Alun. Kehadiran pusat budaya ini tentunya membuat roda perekonomian warga terus berputar,” ujar Agustina.

Konsep tersebut mulai terlihat dalam Nostalgia Dugderan. Seni tradisional, aktivitas anak-anak, hingga bazar UMKM berpadu dalam satu kawasan.

Baca Juga: 288.219 Peserta Nyanyikan Mars MTQ, Pecahkan Rekor MURI, Wali Kota Agustina Bangga dengan Kerukunan Warganya

Anak-anak menjadi salah satu daya tarik. Mereka tampil membawakan tari Gado-Gado Semarang. Bukan sekadar pertunjukan. Agustina melihat panggung tersebut sebagai ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

“Latihan menari bukan sekadar menggerakkan tubuh, melainkan harus menjiwai. Lewat wejangan para pelatih, anak-anak merasa tarian tersebut adalah bagian dari diri mereka,” katanya.

Menurut Agustina, pengalaman tampil di panggung budaya akan menjadi bagian penting dari perjalanan anak-anak. Apalagi mereka tampil di hadapan tokoh masyarakat dan tamu dari berbagai daerah.

“Apa yang anak-anak lakukan hari ini akan tercatat dalam sejarah perjalanan hidup mereka. Kelak saat dewasa, mereka akan mengingat indahnya kenangan masa kecil ketika menjadi pusat perhatian di panggung budaya kota ini,” tutur Agustina.

Nostalgia Dugderan juga menjadi etalase budaya Semarang. Tradisi lokal dipertemukan dengan kreativitas generasi muda dan geliat UMKM.

Momentum MTQ Nasional XXXI ikut memperluas jangkauan promosi budaya tersebut. Para kafilah dari 38 provinsi mendapat kesempatan mengenal lebih dekat tradisi dan kehidupan masyarakat Kota Semarang.

Bagi Pemkot Semarang, kondisi itu menjadi peluang. Keramaian tidak sekadar menghadirkan penonton. Tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi warga sekitar.

Baca Juga: Wali Kota Semarang Agustina Pastikan Simpang Lima Semarang Bersih Usai Pembukaan MTQ Nasional XXXI

Agustina ingin suasana tersebut tidak berakhir bersamaan dengan selesainya rangkaian MTQ Nasional XXXI pada 18 September.

Ia membuka peluang kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan tambahan. Targetnya sederhana: Alun-Alun Kauman tetap ramai, tetapi dengan aktivitas yang berkualitas.

“Mari kita jaga bersama suasana ramai ini. Kita berikan ruang bagi anak-anak untuk menari, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung ke Kota Semarang,” katanya.

Bagi Agustina, masa depan Alun-Alun Kauman bukan sekadar soal membangun tempat untuk menggelar acara. Kawasan itu harus menjadi ruang publik yang mempertemukan warga, panggung untuk merawat tradisi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Dengan konsep itu, Alun-Alun Kauman diharapkan tidak hanya hidup ketika ada acara. Tetapi menjadi pusat budaya Kota Semarang yang terus berdetak. (*)

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
wali kota semarang agustina wilujeng MTQ Nasional XXXI 2026 nostalgia dugderan dan bazar expo alun-alun kauman Kampung Kauman