RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Musisi asal Yogyakarta Bantul Yogyakarta, NDX A.K.A sukses membuat ambyar ribuan Familia ataupun Lady Fam, ketika manggung di Semarang, dalam rangkaian acara Primaria Fest 2026, di Marina Convention Center (MCC), Jumat (11/9) malam.
Mengusung genre musik Hip-Hop dangdut, Yonanda Frisna Damara dan Fajar Arianto berhasil memberikan warna musiknya sendiri untuk menghibur pengunjung. Selain NDX A.K.A, musisi kenamaan lain seperti Guyon Waton, Juan Reza, Bravy, Pretelon Koplo, juga berhasil mengguncang panggung dengan alunan lagu yang dibawakan.
Festival musik tersebut menjadi momentum spesial bagi NDX A.K.A. Selain tampil di hadapan ribuan penonton Semarang, penampilan mereka bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-15.
Konsep PRIMARIA FEST 2026 yang mengedepankan experience-driven membuat penonton tidak hanya menjadi penikmat pertunjukan. Mereka diajak terlibat langsung melalui interaksi bersama para artis, sing along, serta berbagai aktivitas yang membuat atmosfer festival terasa lebih dekat dan personal.
"Antusiasme penonton di Semarang sangat luar biasa. Sangat spesial bagi kami NDX A.K.A tampil di Semarang karena hari ini, 11 September 2026, kami merayakan ulang tahun ke-15," kata pentolan NDX A.K.A, Yonanda Frisna Damara, kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dalam penampilannya di PRIMARIA FEST 2026, NDX A.K.A membawakan sejumlah lagu hits yang sudah akrab di telinga para penggemarnya. Yonanda mengaku kehadiran NDX A.K.A di festival tersebut menjadi kesempatan untuk kembali merasakan energi luar biasa dari para penonton, khususnya di Kota Semarang.
"Kami membawakan NDX A.K.A dengan berbagai lagu hits yang pastinya sangat menghibur penonton," jelasnya.
Momen ulang tahun ke-15 NDX A.K.A juga semakin berkesan setelah Yonanda dan tim mendapat kejutan dari sesama musisi yang tampil dalam PRIMARIA FEST 2026. Kejutan tersebut diberikan oleh sejumlah musisi yang sempat tampil, dan menjadi salah satu bagian yang memperkuat nuansa kebersamaan antarpelaku musik di Indonesia.
Kemeriahan festival juga dilengkapi penampilan Om Lorensa, Mentik Wangi, dan Pertelon Koplo. Kehadiran musisi dengan karakter musik yang beragam membuat PRIMARIA FEST menawarkan pengalaman musik yang lebih variatif bagi penonton.
Bagi NDX A.K.A, kehadiran di PRIMARIA FEST 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana Indonesian Bounce Music terus berkembang dan memiliki ruang yang semakin luas untuk tampil di panggung festival berskala besar. Sebelum di Semarang, PRIMARIA FEST 2026 juga digelar Tegal, Sukabumi dan Bekasi.
Setelah penampilan yang penuh energi tersebut, Yonanda menyampaikan apresiasinya kepada PRIMARIA FEST dan seluruh penonton yang telah memberikan sambutan luar biasa.
"Terima kasih juga tadi dapat surprise ulang tahun dari teman-teman musisi seperti Guyon Waton, Mentik Wangi, dan Pertelon Koplo. Sukses selalu PRIMARIA FEST 2026, sampai jumpa tahun depan," pungkasnya.
Sementara itu, Penyanyi Juan Reza mengaku mendapat pengalaman berkesan saat tampil dalam rangkaian event Primaria yang digelar di Kota Semarang. Semarang menjadi kota terakhir dalam rangkaian perjalanan event tersebut di Pulau Jawa.
Bagi Juan Reza, kesempatan menjadi bagian dari event besar Primaria merupakan sebuah penghargaan sekaligus pengalaman yang tidak terlupakan.
"Suatu penghargaan yang paling besar untuk saya. Terima kasih banyak sudah memberikan kepercayaan untuk saya bergabung dan bersama Primaria jalan sampai keliling kota Jawa," ujar pelantun lagu Pica- Pica ini.
Pria kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur ini menilai perjalanannya bersama Primaria ke sejumlah kota memberikan pengalaman yang luar biasa. Namun saat manggung di Semarang memiliki kesan tersendiri karena antusiasme penonton yang dinilainya sangat luar biasa.
"Luar biasa berkesan sekali. Pokoknya Primaria hebat, jaya terus. Semarang juga keren banget, tadi semua lagu mereka tak lelah berjoget," tambah di
Juan bahkan secara khusus memberikan pujian kepada penonton Semarang. Ia menyebut respons penonton di Kota Atlas tak kalah, bahkan sangat meriah dibandingkan kota-kota lain yang sebelumnya disambanginya.
"Semarang mantap. Kalau crowd Semarang, mantap pokoknya. Tangan semua di atas. Kita lihat lautan kepala manusia," ungkapnya senang. (den)
Editor : Tasropi