RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali membuka job fair untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Setelah sebelumnya digelar pada 21-22 Agustus, lalu job fair kembali dilaksanakan 17-18 September mendatang di area parkir E-Plaza, kawasan Simpang Lima, Semarang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz mengatakan, job fair kali ini akan menghadirkan lebih banyak perusahaan dan lowongan pekerjaan.
Sedikitnya 40 booth perusahaan disiapkan dengan jumlah lowongan diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 posisi.
"Tempatnya (job fair) di E-Plaza Simpang Lima dengan 40 booth, lebih banyak daripada kemarin, Insya Allah untuk lowongannya cukup banyak, variasi sektor usahanya juga lebih variatif," kata Aziz, Minggu (6/9).
Aziz menyebut, job fair tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Selain jumlah lowongan yang lebih banyak, sektor usaha yang dibuka juga akan lebih beragam.
Baca Juga: Bukan Naik Merata, Skema Baru Tukin PNS 2027 Bikin ASN Malas Gigit Jari, Ini Faktanya!
“Kemungkinan sekitar enam sampai tujuh ribu lowongan," tegasnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan job fair sebelumnya pada Agustus, Disnakertrans Jateng masih melakukan pendataan terhadap pencari kerja yang berhasil diterima perusahaan.
Sebagian peserta disebut sudah langsung mendapatkan penerimaan, sementara lainnya masih menjalani proses seleksi.
“Ada beberapa yang kemarin langsung ada penerimaan, tapi ada juga yang langsung tes lalu diumumkan tidak diterima, tetapi data secara rincinya saya belum mendapatkan dari perusahaan itu,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan meminta evaluasi dari perusahaan terkait peserta yang belum lolos.
Informasi tersebut nantinya digunakan untuk memperbaiki persiapan tenaga kerja, baik dari sisi kemampuan teknis maupun keterampilan nonteknis.
“Ya misalnya attitude, misalnya kelihatan kedisiplinannya, komunikasinya atau apanya. Sehingga nanti itu menjadi bahan kami untuk perbaikan ke depan bagaimana menyiapkan tenaga kerja itu baik hard skill maupun soft skillnya lebih baik lagi,” pungkasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi