Festival Kota Lama 2026, Semarang Rayakan Keberagaman

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:34 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng ajak warga rayakan keberagaman di Festival Kota Lama 2026
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng ajak warga rayakan keberagaman di Festival Kota Lama 2026

 
SEMARANG – Kota Lama Semarang kembali menjadi panggung besar keberagaman. Selama 4–20 September, kawasan heritage tersebut dipadati rangkaian seni, budaya, kuliner, musik, hingga aktivitas komunitas dalam Festival Kota Lama XV 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak masyarakat dan wisatawan datang menikmati festival yang tahun ini mengusung tema Unity in Diversity. Festival tersebut juga masuk dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Agustina mengatakan, Festival Kota Lama bukan sekadar pertunjukan hiburan. Gelaran tahunan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, sekaligus merawat keberagaman yang menjadi bagian dari identitas Kota Semarang.

“Festival Kota Lama menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan merawat keberagaman di kota ini,” kata Agustina.

Menurut dia, keberagaman tidak cukup hanya dirayakan lewat slogan. Nilai tersebut akan terasa ketika masyarakat memiliki ruang untuk bertemu dan menikmati kebudayaan secara bersama-sama.

Karena itu, warga Semarang maupun wisatawan diajak menikmati berbagai agenda yang tersebar di sejumlah titik Kota Lama selama festival berlangsung.

Pembukaan Festival Kota Lama XV digelar Jumat (4/9) di Fasad Gedung Yayasan Kanisius dengan penampilan Surya Vista Orchestra. Pada hari yang sama, Pasar Malam Sentiling–Kuliner Nostalgia mulai digelar di Metro Point dan berlangsung hingga 13 September.

Tak hanya musik dan kuliner, sejumlah agenda lain turut meramaikan festival. Di antaranya Orchestra on The Street & Dance, Rijsttafel Dinner, Jazz Kota Lama, Soegijazz, Borderline Indonesia, serta penampilan Nita Aartzen & Friends pada 6 September.

Semarak budaya juga hadir lewat berbagai kegiatan komunitas. Mulai Gowes Semarang Heritage, Living Book, Zwemers Belanda, Wayang Orang on The Street, Festival Folklore, 1.000 Angklung Berkebaya, hingga Festival Melukis Payung.

Rangkaian tersebut sekaligus menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Kota Lama tidak hanya menjadi latar bangunan bersejarah, tetapi juga ruang hidup tempat seni, budaya, komunitas, dan kuliner bertemu. (*)

 

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
wali kota semarang agustina wilujeng Festival Kota Lama XV 2026 unity in diversity