Mahasiswa PPDS Jiwa Undip Meninggal, Kampus Klarifikasi soal Penyebab Kematian dan Isu Bullying

Ida Fadilah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 05:59 WIB
Undip.
Undip.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meninggalnya dr Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed., mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), menjadi perhatian.

Hal itu setelah kabar tersebut dikaitkan dengan dugaan praktik bullying di lingkungan pendidikan kedokteran.

Isu tersebut mencuat melalui sejumlah unggahan di media sosial yang menyinggung relasi antara senior dan junior di lingkungan pendidikan dokter spesialis.

Baca Juga: Viral! Video Wisuda Lulusan Teknik Geologi Undip Dikomentari Akun Resmi Bon Jovi

"Junior, senior, konsulen, termasuk doktor dan profesor setara. Punya tupoksi masing-masing. Saling bahu membahu demi keselamatan pasien," tulis dia.

Di tengah ramainya isu tersebut, Universitas Diponegoro memberikan klarifikasi mengenai penyebab meninggalnya dr Yuda.

Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi menyebut berdasarkan laporan resmi yang diterima, dr Yuda meninggal setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi akibat demam berdarah.

Dr Yuda meninggal pada 28 Agustus 2026 pukul 19.06 WIB di ruang ICU RSUP Dr Kariadi. Sebelumnya, ia telah menjalani perawatan selama 15 hari dan selama masa perawatan didampingi keluarga serta pihak Departemen dan Program Studi.

"Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi karena sakit Demam Berdarah," katanya.

Dr Yuda merupakan mahasiswa PPDS semester 1 Program Studi Kedokteran Jiwa Undip angkatan ke-85. Ia tercatat mulai mengikuti pendidikan pada 16 Juli 2026.

Undip menjelaskan, almarhumah masih berada dalam tahap orientasi dan baru menjalani perkuliahan sekitar 1,5 bulan. Pada tahap tersebut, dr Yuda masih mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di kelas dan belum menjalani praktik di rumah sakit.

Meski demikian, Undip tidak mengabaikan isu dugaan bullying yang berkembang. Pihak universitas menyatakan tengah melakukan klarifikasi internal untuk memperoleh gambaran secara lengkap dan objektif.

Baca Juga: Dana TPG Juli dan Agustus 2026 Resmi Cair Ditambah Gaji Bulan September Ini

"Undip saat ini tetap terus mengawal isu ini dengan melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang serta memperoleh gambaran yang lengkap dan objektif mengenai dugaan tersebut," ujar Nurul.

Undip juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan RSUP Dr Kariadi dalam proses klarifikasi tersebut.

"UNDIP termasuk FK sendiri terus berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan," tegasnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
ppds UNDIP