RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kejadian unik dialami guru SMP N 28 Semarang, M. Benny Priaaji, yang sempat kehilangan motor kesayangannya saat bertamu, di rumah teman sejawatnya, di RT 3 RW 1, Krajan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu.
Motor Vario putih milik Benny sempat digondol maling ketika diparkir didepan rumah temannya bernama Gilang, Jumat (28/8) siang.
Uniknya selang tiga hari, Senin (31/8), motor milik Benny dikembalikan tak jauh dari tempat motor tesebut dicuri, bahkan di dalamnya ada surat cinta yang berisi permohonan maaf dari pelaku yang ditulis dalam secarik kertas.
Menurut informasi yang dihimpun, sebelum menggasak motor milik Benny, pelaku pencurian sempat melakukan aksi mencuri motor di kampung Dondong Wonosari. Namun usaha tersebut gagal karena pelaku terjatuh ke selokan, dan lari tunggang langgang karena dipergoki warga.
Pelaku yang panik, lari ke arah Utara atau ke daerah Krajan Mangkang Wetan, dan sempat membuang helm kuning bertuliskan Maxim, serta jaket berwarna biru. Setelahnya pelaku yang panik karena diburu warga, kembali menggasak motor milik Benny yang terparkir didepan rumah Gilang.
"Identitas pelaku sudah diketahui karna kebetulan ada rekaman CCTV dan saksi yang mengetahui aksi. Dia bernama Supriyanto atau Keong warga Mangunharjo Tugu," kata Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangkang Wetan, Aipda Hery Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (31/8).
Pras sapaannya, berdasarkan hasil penelusuran pelaku melakukan pencurian sepeda motor di dua lokasi pada hari yang sama. Semula ia mencuri sepeda motor di sebuah indekos di Kelurahan Wonosari. Namun, motor tersebut terjatuh ke got dan pelaku kemudian melarikan diri setelah aksinya diketahui oleh warga.
"Dari Wonosari, motornya jatuh ke got. Dia kabur dan lari menyeberang Jalan Pantura ke arah utara atau Mangkang Wetan. Disana pelaku berhasil mencuri motor yang terparkir di halaman rumah," jelasnya.
Dari runtutan CCTV yang ada waktu antara kejadian di Wonosari dan Mangkang Wetan diperkirakan hanya sekitar 30-40 menit. Saat melarikan diri dari lokasi pertama, pelaku meninggalkan jaket, helm berwarna kuning yang kemudian diamankan sebagai salah satu barang bukti.
"Nah di Mangkang Wetan, dia ambil motor didepan rumah, korban sudah melapor ke kepolisian sektor Tugu," katanya.
Informasi kehilangan sepeda motor selanjutnya disebarkan melalui sejumlah grup WhatsApp warga. Polisi juga melakukan rangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Namun yang cukup membuat geli, setelah hilang selama tiga hari, Vario Putih milik Benny dikembalikan pada Senin dini hari, dari rekaman CCTV setempat.
"Motornya dikembalikan, hanya satu rumah jaraknya dari lokasi, dalam kondisi cakram digembok," jelasnya.
Menurut dia, orang tua pelaku sempat meminta maaf ke rumah tokoh masyarakat Mangkang yakni Kadar Lusman, yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kota Semarang.
Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran Picu Kekhawatiran, Krisis Air dan Gempa Mengintai
"Katanya khilaf dan meminta maaf, terduga pelaku kembali kabur setelah mengembalikan motor yang dicuri," ujarnya.
Meski sepeda motor milik korban dikembalikan, Pras menegaskan proses hukum tetap berjalan. Pengembalian barang curian tidak otomatis menggugurkan dugaan tindak pidananya.
Menurut dia, Polisi masih melakukan pencarian terhadap Supriyanto untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Terduga pelaku juga diketahui seorang residivis kasus curanmor yang pernah menjalani hukuman dan baru sekitar empat bulan keluar dari penjara.
"Pengembalian motor tidak menggugurkan proses hukum, tetapi bisa meringankan karena ada itikad untuk mengembalikan. Tapi akan lebih baik kalau terduga pelaku juga menyerahkan diri," paparnya.
Adapun surat yang ditulis, berupa permintaan maaf kepada pemilik motor maupun Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, dan mengaku khilaf serta tidak sadar saat melakukan pencurian karena dalam kondisi mabuk
Pelaku juga mengaku tidak punya niatan mengambil motor di wilayah Mangkang. Pencurian dilakukan karena panik, lantaran dikejar massa. Dalam surat tersebut juga dituliskan jika pihak keluarga akan mengembalikan motor yang dicuri.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengaku kaget karena motor yang dicuri sudah dikembalikan tak jauh dari rumahnya Senin (31/8) pagi. Dari rekaman CCTV yang ada, pelaku mengembalikan motor yang dicuri Senin (31/8) dini hari.
"Kalau suratnya nggak ngerti ya, tau-tau sudah mbalik. Setelah dibuka anggota kepolisian, ternyata ada ada surat di jok motor," kata Kadar Lusman.
Pilus sapaannya, menjelaskan jika motor yang hilang adalah milik tamu yang sedang berkunjung ke teman kerja dan tinggal tak jauh dari kediaman Pilus. Meski begitu pihaknya mengaku jengkel, karena terduga pelaku adalah warga lokal atau tinggal tak jauh dari tempat pencurian terjadi.
"Jujur saya kecewa, jengkel, lha kok mbangeti, nah saya juga kaget kok ada surat itu yang isinya permintaan maaf," jelasnya.
Pilus yang juga tokoh masyarakat di Mangkang ini mengaku bingung, karena dalam surat yang ditulis pelaku mengaku khilaf, padahal menurutnya aksi tersebut sudah diniati karena sebelumnya juga melakukan aksi yang sama di daerah Dondong Wonosari.
"Bingung juga ya, kok minta maaf ke saya, dan mengembalikan motor. Kalau sudah dikembalikan ya itu tergantung pemilik sama polisi, ada keringanan atau engga," ujarnya.
Pilus membenarkan jika orang tua pelaku sempat meminta maaf secara pribadi dan berniat mengembalikan motor yang sudah dicuri.
"Saya bilang kalau mengembalikan ya kantor polisi, kok ke saya. Hehe... Ini kan lucu," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi