Kemarau Panjang Debit Air IPA Kudu Turun, Ini Wilayah di Semarang yang Terdampak Gangguan Air

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:22 WIB
SURUT : Kondisi IPA Kudu mengalami penurunan debit air yang menganggu distribusi air.
SURUT : Kondisi IPA Kudu mengalami penurunan debit air yang menganggu distribusi air.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kemarau panjang yang terjadi di Semarang, berdampak pada penurunan debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu.

Hal ini membuat proses produksi dan pendistribusian air minum kepada pelanggan di sejumlah wilayah Semarang Timur.

Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Mayang Kharisma, meminta masyarakat di wilayah terdampak bisa melakukan penghematan air, dan menyiapkan tampungan air untuk mengantisipasi debit air kembali turun.

Mayang sapaannya, mejelaskan jika pemaksimalan debit air agar pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga. Namun, kondisi tersebut bergantung pada ketersediaan sumber daya alam yang saat ini terdampak kemarau.

"Kita upayakan memaksimalkan dan mengoptimalkan debit terlebih dahulu. Tapi memang harapan kami masyarakat juga tetap siaga karena kita tergantung pada sumber daya alam," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (27/8).

Baca Juga: Tergelincir di Tikungan Taman Pierre Tendean, Pemotor Masuk ke Kolong Trans Semarang

Dia menerangkan, pasokan air dari IPA Kudu bergantung pada sumber air dari Bendung Klambu.

Sementara debit air setiap hari bersifat fluktuatif sehingga pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasokan dalam angka yang tetap.

"Jika terus turun, kita akan melakukan switching dari instalasi pengolahan air lain. Salah satunya dengan mengoptimalkan pasokan dari IPA Pucang Gading," bebernya.

Mayang mengaku, pihaknya juga menyiapkan enam armada tangki untuk memberikan bantuan air kepada pelanggan yang membutuhkan. 

Namun, diakui Mayang, jumlah armada yang dimiliki belum bisa mengcover seluruh wilayah di Semarang Timur. 

"Cuaca musim kemarau ekstrem saat ini unpredictable. Pengumuman dan sosialisasi akan terus kami sampaikan agar masyarakat tetap siaga. Dari kami berusaha untuk memaksimalkan debit," paparnya.

Puluhan wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Bukit Kencana Jaya, Bukit Sendangmulyo, Rowosari, Meteseh, Kebontaman, Kedungmundu, Sendangguo, Gayamsari Selatan, Plamongan Sari, Penggaron, Pedurungan, Klipang, Ketileng, Jomblang, Peterongan, Tanah Putih, Wahidin dan Singotoro.

Wilayah lain yang juga berpotensi terdampak yakni Kaligawe, Tenggang, Cilosari, Pengapon, Raden Patah, Genuk, Trimulyo, Kudu, Muktiharjo, Tlogosari, Tlogomulyo, Pedurungan Lor, Palebon, Soekarno Hatta, Citarum, Pelabuhan, Ronggowarsito, Kebonharjo, Spoorland dan sekitarnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
kekeringan di jateng pdam semarang