RADARSEMARANG.ID, Semarang - Api kebakaran rumah huni di Jalan Cendana Timur RT 09/RW 07, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 berhasil dipadamkan.
Belum diketahui secara persis penyebab kebakaran ini, dugaan sementara munculnya api diduga akibat korsleting listrik.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik. Api bersumber dari kamar korban ( kamar pojok belakang," ungkap Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (27/2026).
Kapolsek juga mengatakan, telah mendatangi lokasi kejadian bersama Plt Camat Banyumanik, Sri Martini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Srondol Wetan. Selain itu juga melaksanakan pengecekan terhadap korban di RS Hermina Banyumanik Semarang.
"Korban tiga orang luka bakar, satu orang dewasa dan dua orang masih anak-anak. Menurut keterangan dari pihak RS Hermina Banyumanik bahwa Ketiga korban mengalami luka bakar hampir 70 persen," bebernya.
Rumah yang terbakar milik Reyzhi Resky Utama, 33. Sedangkan korban dua anak-anak merupakan buah hati Reyzhi Resky Utama. Korban perempuan dewasa merupakan pekerja rumah tangga.
Indentitas korban luka bakar AAM, usia 4 tahun, ANA, usia lima bulan dan satu orang perempuan sebagai pembantu rumah tangga, N, 58 tahun.
"Kedua korban luka-luka pada saat kejadian hanya tinggal dengan pembantu (korban), sedangkan kedua orang tuanya sedang bekerja," jelasnya.
Kebakaran ini, kepolisian juga telah memintai keterangan saksi dua orang, dari warga setempat. Pihaknya menyebut, awalnya saksi keluar rumah mendengar suara ledakan kecil dalam rumah korban.
"Saksi juga sempat melihat dan mencium bau asap keluar dari dalam rumah korban dari bagian belakang," jelasnya.
Kemudian, saksi ini berteriak minta tolong kepada warga sekitar serta menghubungi Pemadam Kebakaran dan Polsek Banyumanik guna dilakukan pemadaman api.
"Saksi dan warga sekitar membuka pintu rumah korban dan berusaha memadamkan api yang bersumber dari dapur korban dengan alat dan air seadanya," katanya.
Baca Juga: Rumah di Cendana Timur Banyumanik Terbakar, Tiga Orang Termasuk Dua Anak Dilarikan ke Rumah Sakit
"Saksi dan dibantu dengan warga sekitar mengevakuasi anak korban dan pembantu rumah tangga korban untuk dilarikan ke RS Hermina Banyumanik Semarang," lanjutnya.
Sedangkan kerugian materiil, kasur, almari pakaian, dokumen penting, peralatan rumah tangga, perangkat elektronik, ditafsir kerugian kurang lebih 100 juta.
Sementara, Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.30. Selanjutnya, sejumlah pos pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran, yakni Pos Banyumanik, Semarang Timur, dan armada induk.
"Sebanyak 28 personel diterjunkan dengan dukungan armada Damkar bernomor 29, 31, 35, 42 dan 41. Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) serta selang dalam proses pemadaman. Respon time sekitar 10 menit," jelasnya.
Kebakaran menghanguskan area sekitar 90 meter persegi, dengan ukuran bangunan yang terdampak sekitar 15 meter x 6 meter.
"Petugas sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi sulit dilalui kendaraan pemadam berukuran besar," katanya.
Mengenai penyebab kebakaran, Tantri menyebut pihaknya belum dapat memastikan. Namun, warga sekitar mengaku mendengar suara ledakan yang berasal dari bagian dapur.
"Kalau dari informasi tetangga, ada suara ledakan di dapur. Kemungkinan tadi memang kebocoran tabung gas, tetapi belum bisa dipastikan," ujarnya.
Selain bangunan, berbagai perabot rumah tangga turut hangus terbakar. Di antaranya mesin cuci, kulkas, meja makan, serta barang-barang lainnya. Bagian atap rumah juga mengalami kerusakan akibat kobaran api.
"Semua di dalam rumah hangus semuanya. Kondisi rumah juga mengalami kerusakan cukup parah, tembok asa yang sampai pecah," katanya.
Menurut Tantri, saat kejadian di dalam rumah terdapat seorang ART bersama dua anak kecil. Sementara pemilik rumah diketahui sedang bekerja. Petugas belum dapat meminta keterangan langsung dari para korban karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka bakar.
"Kami belum berani meminta keterangan karena mungkin masih syok. Jadi sementara informasi kami gali dari tetangga-tetangga di sekitar lokasi," ujarnya.
Tantri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan tabung gas di rumah. Pemeriksaan secara berkala terhadap selang dan regulator dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebocoran yang dapat memicu kebakaran.
"Kami sering menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu mengecek selang dan regulator, serta memastikan kondisinya aman," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi