RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rizal pelajar berusia 17 tahun ini harus gigit jari karena urung, melakukan latihan fisik di lapangan atletik Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang, Senin (24/8) petang.
Pasalnya lintasan atletik yang sebelumnya dilakukan uji coba usai perbaikan, pada 19 Agustus lalu kembali dilakukan penutupan mulai Senin (24/8) pagi, karena kembali dilakukan perbaikan oleh Pemkot Semarang.
"Biasa latihan disini, karena ada event juga yang akan diikuti. Untuk fisik terutama, yakni lari. Nah ini harus di jalan dulu karena ditutup," kata Rizal saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, di area GOR TLJ.
Baca Juga: BEM Undip Demo di DPRD Jateng, Mahasiswa Soroti MBG, Pendidikan Mahal hingga Ruang Sipil
Dia menerangkan, seminggu empat kali biasanya menyempatkan diri untuk berlatih fisik di lintasan atletik TLJ.
Saat ini coba, kata Rizal, memang ada beberapa titik yang rusak, ditambal dengan rubber atau bahan karet baru.
"Kemarin memang ada tambalan, harapan kita sih cepat selesai, kan ini ditutup lagi," ujarnya.
Sebelumnya ramai disoal di sosial media, karena perbaikan lintasan atletik yang terkesan asal-asalan. Karet rubber nampak mengelupas bahkan bisa diambil dengan tangan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Gelanggang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Tegar Suko Purusatama, membenarkan adanya penutupan kembali lintasan atletik TLJ yang menyedot anggaran Rp 3,3 miliar itu.
"Kemarin memang uji coba, nah ini ditutup lagi agar pengerjaan lebih maksimal. Jadi memang dadi Distaru belum selesai pengerjaannya," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Tegar menjelaskan, antusiasme warga memang sangat tinggi untuk menggunakan lintasan atletik TLJ, termasuk saat uji coba yang dilakukan sampai 23 Agustus kemarin. Pantauan koran ini, perbaikan juga masih dilakukan oleh pihak ketiga di sisi timur lintasan atletik, Senin (24/8) siang.
"Mungkin kemarin pengerjaannya belum maksimal ya saat uji coba, nah ini kita tutup tapi agar bisa lebih bagus jadi nunggu sampai perbaikan selesai dulu," jelasnya.
Setelah rampung, lanjut Tegar, nantinya akan ada berita acara serah terima dari Distaru ke Dispora. Informasi kembali ditutupnya lintasan atletik, sampai waktu yang belum ditentukan ini, sudah diumumkan ke sosial media oleh Dispora.
"Kita sudah pasang MMT sebagai himbauan penutupan, di sosial media juga sudah kita umumkan," katanya.
Baca Juga: Rumah Diduga Gudang Miras di GBL Semarang Terbakar, Ratusan Botol Hangus
Sementara pihaknya meminta masyarakat untuk menggunakan fasilitas olahraga lain yakni di Lapangan Sidodadi sebagai alternatif.
"Bisa ke Sidodadi, karena lintasannya mirip dengan di TLJ," pungkasnya
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, menjelaskan jika pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dan menggunakan jasa pihak ketiga, dipastikan ada waktu pemeliharaan yang menjadi tanggungjawab pihak kontraktor.
"Ini masih tanggungjawab pihak ketiga untuk pemeliharaan dan penyempurnaan, tugas Distaru adalah melakukan pengawasan atas pekerjaan yang dilakukan, salah satunya sesuai dengan spek yang ada," jelasnya.
Pengawasan ini, kata dia, wajib dilakukan sebelum dan sesudah pengerjaan kontruksi rampung, serta dilakukan serah terimanya kepada Dinas terkait.
Selain itu, Pemkot juga harus terbuka terkait informasi, dan spesifikasi perbaikan lintasan atletik di TLJ.
"Setelah serah terima pun sama, masih tanggungjawab Distaru karena kontraktor punya masa pemeliharaan. Publik juga berhak mendapatkan informasinya," tambah dia.
Politikus PKS ini setuju jika lintasan atletik TLJ belum boleh buka jika belum sempurna, atau sampai perbaikan dan evaluasi yang dilakukan Dinas terkait rampung.
"Harus selesai dulu, tapi juga harus ada percepatan agar bisa digunakan masyarakat," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi