RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bangunan rumah dua lantai berlokasi di wilayah Kecamatan Tugu terbakar, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 21.45.
Rumah yang tertimpa musibah tersebut diduga sebagai tempat penyimpanan minuman beralkohol.
Rumah tersebut persisnya berada di tengah perkampungan Kelurahan Mangkang Kulon, Jalan Rowosari, RT O2 RW 06.
Wilayah tersebut bekas lokalisasi Gambilangu yang dulunya lebih dikenal sebutan GBL, berbatasan dengan wilayah Kaliwungu Kabupaten Kendal.
Baca Juga: BEM Undip Geruduk DPRD Jateng di Semarang
Informasi yang beredar rumah tersebut dihuni Sutikno. Awalnya pemilik rumah berada di ruangan lantai dua dan melihat adanya percikan api. Namun tidak sempat berhasil melakukan upaya pemadaman.
Selanjutnya, pemilik rumah langsung turun dan meminta kepada semua penghuni rumah keluar. Kemudian meminta tolong kepada warga sekitar melakukan pemadaman. Namun juga tidak berhasil.
Api semakin membesar, membumbung tinggi diatas bangunan lantai dua. Kebakaran tersebut juga memicu kepanikan penghuni rumah yang berdekatan.
Dibantu warga, pemilik rumah mengeluarkan barang barang berharga termasuk kendaraan diselamatkan ditempat aman. Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.
Sementara, petugas dari Damkar Kota Semarang yang mendapat laporan kejadian ini langsung meluncur bersama sejumlah unit armada Damkar. Sesampai lokasi langsung berjibaku berupaya melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air ke titik api.
"Itu yang kebakaran satu rumah, dua lantai. Api muncul dari lantau dua, cukup besar. Lokasi di Gambilangu yang dulunya lokalisasi," ungkap Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: 7 Fakta Unik Ikan Gurame: Ikan Air Tawar Asli Indonesia yang Bisa Hidup Tanpa Oksigen
Banyak botol minuman beralkohol yang hangus terbakar di lokasi ruangan lantai dua. Tantri menyebut, tidak mengetahui secara persis jumlah. Diindikasi, lantai dua bangunan rumah tersebut diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan stok minuman beralkohol.
"Ada ratusan botol minuman beralkohol yang hangus terbakar. Kelihatannya, masih kemungkinan ya, itu untuk menyimpan, supplier, memasok tempat karaoke di kawasan JBL," bebernya.
Tantri mengungkapkan, petugas di lapangan saat itu kesulitan mendapatkan informasi lebih lanjut terkait sumber api maupun jumlah minuman yang berada di lantai dua.
"Kita belum bisa memastikan jumlahnya karena saat ditanyai semalam agak tertutup. Jumlahnya kita nggak tahu, tapi intinya sumber apinya dari lantai dua," ucapnya.
Tantri juga mengatakan, lantai dasar rumah itu digunakan sebagai ruangan menyerupai kantor. Sedangkan lantai atas diduga menjadi tempat penyimpanan minuman.
"Di bawahnya kayak ada kantor. Kalau malam kan mungkin kantor nggak ada," ujarnya.
Menurutnya, saat kebakaran terjadi diduga ada orang di dalam bangunan. Namun, mereka berhasil keluar sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
"Pada saat itu kemungkinan ada (orang), cuma kan pada keluar. Alhamdulillah tidak ada korban," katanya.
Upaya pemadaman tersebut, mengerahkan enam unit armada Damkar. Menurutnya, pemadaman tersebut juga mendapat bantuan dua unit armada dari Dinas Damkar Kendal. Api berhasil dipadamkan sekitaran pukul 00.18.
"Semalam ada 8 unit dan 40 petugas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil, paling parah di lantai dua, yang munculnya dari sumber api," ujarnya.
Bangunan rumah yang terbakar itu memiliki luas sekitar 20x10 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Pihaknya, mengatakan masih menyelidiki penyebab munculnya api.
"Nanti petugas kami turun untuk investigasi, semalam pemilik rumah agak tertutup. Karena ada minuman beralkohol, kemungkinan ketakutan," pungkasnya.
Kapolsek Tugu, Kompol Sucipto mengatakan telah mendatangi langsung lokasi kejadian untuk memastikan situasi aman dan membantu penanganan bersama petugas Damkar. Selain itu, juga melakukan pendataan dan meminta keterangan dari para saksi.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi dan peralatan listrik di rumah," katanya.
"Apabila ditemukan kabel atau sambungan listrik yang sudah rusak, segera diperbaiki untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran," imbuhnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi