SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkuat ekosistem industri halal dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pelaku usaha menjelang penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI pada 13–18 September mendatang.
Penguatan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku usaha lokal memiliki produk yang memenuhi standar, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi dari gelaran nasional tersebut.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, sertifikasi halal dan pemenuhan TKDN menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Menurutnya, produk lokal tidak cukup hanya ditampilkan dalam berbagai agenda MTQ Nasional, tetapi juga harus memiliki jaminan kualitas dan kepastian standar.
“Produk lokal harus tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, dan memiliki daya saing sehingga mampu menangkap peluang pasar nasional,” ujarnya.
Melalui program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang telah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal bagi pelaku usaha sektor batik, kriya, dan kuliner. Selain itu, sebanyak 20 UMKM mendapat fasilitasi untuk pemenuhan 50 sertifikat TKDN.
Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelaku usaha terhadap pasar, pengadaan barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang membutuhkan produk bersertifikat dan memenuhi ketentuan komponen dalam negeri.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti mengatakan, proses penguatan standardisasi dilakukan secara bertahap. Tahapannya meliputi pendataan, sosialisasi, pendampingan pendaftaran dan verifikasi, hingga penerbitan sertifikat.
“Pelaku IKM binaan dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian agar bisa kami arahkan sesuai skema fasilitasi yang tersedia,” katanya, Sabtu (22/8).
Menurut Arwita, pendampingan diperlukan agar pelaku usaha memahami persyaratan sertifikasi sekaligus mampu meningkatkan kualitas proses produksi. Dengan demikian, sertifikasi halal dan TKDN tidak berhenti sebagai pemenuhan administratif, tetapi menjadi bagian dari penguatan kapasitas industri lokal.
Produk yang telah memenuhi standardisasi tersebut selanjutnya disiapkan untuk mendukung sejumlah agenda Semarak MTQ Nasional. Di antaranya Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Mini Dugderan, Expo Kaligrafi, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards, serta Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.
Penguatan ekosistem industri halal juga ditampilkan melalui WARASVERSE 2026 bertajuk “Kekuatan Lokal Menuju Global” di The Park Mall Semarang, 21–23 Agustus. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran produk, talkshow strategi bisnis, workshop, turnamen board game, dan pertunjukan musik.
Agustina berharap penyelenggaraan MTQ Nasional dapat menjadi momentum memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat keterhubungan antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga sertifikasi, dan konsumen.
“Kita ingin MTQ Nasional memberi manfaat yang lebih luas bagi Kota Semarang, termasuk para pelaku UMKM,” tegasnya. (*)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan