RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalan sehat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW 5 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Minggu (23/8), berlangsung meriah sekaligus nyeleneh.
Warga tak sekadar berjalan santai. Beragam kostum unik menjadi daya tarik tersendiri, mulai menyerupai tuyul, dokter jiwa, hingga kostum berbahan limbah.
Baca Juga: KPK OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Dua Wakil Rektor Ikut Diamankan
Yang tak kalah mencuri perhatian, sejumlah peserta membawa poster bertuliskan “Pejabat Tuyul” dan “Pejabat Edan”. Pesan tersebut menjadi kritik sosial warga yang dikemas dalam guyonan khas kampung.
Pantauan di lapangan, suasana jalan sehat dipenuhi warga dari enam RT di wilayah RW 5. Peserta berjalan bersama dengan mengenakan kostum yang telah disiapkan masing-masing.
Sosok yang cukup menxuri perhatian adalah karakter yang diperankan langsung Ketua RT 2 RW 5, Darwanto. Ia tampil berdampingan dengan istrinya yang berperan sebagai dokter jiwa.
Mereka tampak saling kejar. "Pasienku ucul," jelasnya.
Di sisi lain, warga mengenakan kostum menyerupai tuyul. Ada pula peserta yang membawa atribut pemilahan sampah serta menggunakan limbah rumah tangga sebagai bagian dari kostum.
Kreativitas itu tidak sekadar untuk menghibur. Di balik kostum, warga menyampaikan pesan tentang lingkungan sekaligus kritik terhadap perilaku pejabat yang dianggap menyimpang.
Ketua RT 2 RW 5 Darwanto mengatakan, konsep kostum tersebut memiliki filosofi tersendiri. Poster “Pejabat Tuyul” menjadi sindiran kepada pejabat yang hanya mengejar uang. Sementara istilah “Pejabat Edan” justru dimaknai sebagai pejabat yang tidak tergoda melakukan korupsi.
Baca Juga: NMAX vs PCX, Mana yang Lebih Unggul dari Harga hingga Fitur?
"Pesannya bagi para pejabat, janganlah jadi pejabat tuyul. Jangan juga jadi pejabat edan. Kalau harus memilih, mending pejabat edan yang tidak bisa korupsi dan tidak doyan duit," ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme warga mengikuti kegiatan sangat tinggi. Jalan sehat berlangsung ramai dan penuh keceriaan.
"Di RT 2 sangat antusias dan ramai sekali. Jalan sehat dilaksanakan dengan ramai, ceria. Bahkan saya sendiri ikut berekspresi mengekspresikan diri," katanya.
Diakui, rangkaian kegiatan kemerdekaan di RW 5 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Darwanto menyebut sekitar 80 persen pembiayaan kegiatan berasal dari BOP RT. Selebihnya berasal dari swadaya masyarakat dan dukungan para donatur.
Dukungan donatur turut menambah semarak rangkaian lomba. Tiga lomba tambahan digelar, yakni mengambil karet dalam tepung untuk anak-anak, voli air untuk remaja, serta estafet karet tepung untuk ibu-ibu.
Sebelumnya, warga juga telah mengikuti berbagai lomba individu. Mulai estafet kardus, tiup pingpong dalam gelas, memasukkan pensil ke botol menggunakan joran, balap kelereng menggunakan sendok, pecah balon, hingga pecah air.
Sementara itu, Ketua RW 5 Kelurahan Tambakrejo Kemat mengatakan, Jalan Sehat Merdeka diikuti warga dari enam RT, mulai RT 1 hingga RT 6. Total peserta mencapai sekitar 600 orang.
"Ini Minggu, 23 Agustus 2026, wilayah RW 5 mengadakan jalan sehat. Ada enam RT mulai dari RT 1 sampai RT 6. Kurang lebih sekitar 600 peserta yang mengikuti jalan sehat pada pagi ini," ujarnya.
Menurutnya, antusiasme warga dalam mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sangat tinggi. Beragam kostum unik menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam memeriahkan kemerdekaan.
"Banyak kostum unik seperti pocong, ada hiasan dari limbah sampah dan masih banyak lagi kostum-kostum unik yang digunakan dalam acara jalan sehat," katanya.
Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, kostum berbahan limbah juga membawa pesan tentang kepedulian lingkungan. Warga diajak memanfaatkan kembali barang bekas dan memilah sampah rumah tangga.
Baca Juga: Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK
"Maknanya untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus daur ulang. Memanfaatkan limbah rumah tangga supaya nantinya bisa mengurangi sampah," jelasnya.
Jalan sehat tersebut sekaligus menjadi ruang warga RW 5 untuk merayakan kemerdekaan dengan cara kreatif. Olahraga bersama, hiburan, kritik sosial, hingga kampanye kepedulian lingkungan berpadu dalam satu kegiatan yang berlangsung semarak. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi