RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang warga Kabupaten Grobogan, Niky Gilang Ramdhani, 23, menjadi korban penusukan orang tak dikenal di Jalan Abdulrahman Saleh, Kembangarum, Semarang Barat, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 23.30.
Kejadian ini, korban mengalami luka tusuk di bagian perut. Beruntung, korban masih terselamatkan, namun sempat dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.
Kejadian ini bermula saat korban mengendarai sepeda motor berboncengan bersama rekannya, Angga Ika Prasetya, juga warga Grobogan.
Awalnya, korban melaju dari arah selatan melintas turunan jalan menuju utara hendak menuju warung makan sekitaran lokasi kejadian.
Baca Juga: OTT KPK ke-19 Tahun 2026, Rektor Unsoed Masuk Daftar Pihak yang Diamankan
"Kejadian dialami korban saat hendak mencari makan, sesampainya didepan Toko Ramai Manyaran korban berhenti dan mau putar arah dengan maksud mau membeli nasi goreng," ungkap Kanitreskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/8/2026).
Kemudian saat korban mau berputar arah, tiba-tiba melaju dua orang pria berboncengan mengendarai motor Honda Vario dari arah selatan, sehingga akan menabrak korban. Lantara terkejut dan panik, pemotor tak dikenal ini ditergur korban.
"Pengendara motor tak dikenal ini ditergur korban, Mas yen numpak alon-alon, ojo banter-banter," bebernya menirukan ucapan korban saat dimintai keterangan kepolisian.
Terguran tersebut ternyata memicu persoalan, penumpang motor Honda Vario tidak terima. Motor yang dikendarai langsung berhenti dan penumpang motor tersebut menghampiri korban sambil membawa senjata tajam berupa pisau.
"Korban kemudian ditusuk hingga mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri dan punggung," jelasnya.
Korban dan rekannya yang ketakutan langsung burpaya lari menyelamatkan diri mengarah ke selatan menuju sekitaran SMP N9 Kota Semarang. Bahkan motor korban sampai tertinggal.
"Keterangan dari korban, pelaku disebut sempat hendak mengejar korban, namun aksinya dihalangi oleh rekannya yang mengendarai sepeda motor," katanya.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Negara Burundi 2026: Negara Termiskin di Dunia & Punya 2 Ibu Kota
Korban sempat memantau dua orang tersebut dari kejauhan, dan terlihat selanjutnya meninggalkan lokasi.
Korban kemudian berjalan secara mengendap-endap menuju kawasan depan stand Teh Jumbo di sebelah selatan Swalayan Ramai untuk mengambil kembali sepeda motornya.
"Setelah berhasil mengambil motor, korban langsung melarikan diri dan kembali ke mess. Korban selanjutnya menjalani pengobatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Barat," katanya.
"Korban di Semarang bekerja sebagai karyawan swasta. Kondisi korban rawat jalan, bisa beraktifitas seperti biasa," lanjutnya.
Sekarang ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Semarang Barat. Menurutnya, identitas dan pelaku penusukan juga masih dalam penyelidikan.
"Anggota sdh cek TKP dan cek Cctv disekitar TKP namun plat nomersepeda motor pelaku tidak kelihatan anggota masih lidik dan pulbaket di sekitar TKP," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi