RADARSEMARANG.ID, Semarang – Semangat menyongsong Hari Kemerdekaan ke-81 RI di kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Merapi Nomor 22, Senin (17/8), tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga cerminan soliditas, kerja keras, dan kekompakan seluruh karyawan dalam membangun budaya kerja yang produktif.
Sejak pukul 08.00, puluhan karyawan turun langsung melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor. Dipimpin Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, mereka bergotong royong mencabut rumput dan merapikan halaman dengan berbagai peralatan seperti pacul, sekop, dan erok. Aktivitas ini menunjukkan semangat kerja tim yang kuat, di mana setiap individu berkontribusi tanpa sekat jabatan. Puluhan trash bag pun terisi penuh oleh hasil kerja bersama tersebut.
Sekitar pukul 10.00, kegiatan dilanjutkan dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih. Suasana berubah khidmat, mencerminkan nilai disiplin dan kebersamaan yang menjadi fondasi dalam lingkungan kerja. Peralatan kebersihan yang sebelumnya digunakan bahkan ikut diangkat sebagai simbol bahwa kerja keras dan gotong royong adalah bagian dari identitas perusahaan.
Setelah itu, suasana berganti menjadi lebih kompetitif namun tetap penuh keakraban. Berbagai lomba 17 Agustus digelar, memperlihatkan semangat sportivitas dan kerja sama antar tim yang juga mencerminkan dinamika kerja di lingkungan redaksi.
Pada lomba tarik tambang, Tim 2 yang diperkuat Nur Chamim, Adityo, Dani, Nugi, Agus P, Pratono, dan Khafifah berhasil mengungguli Tim 3 yang beranggotakan Pemred Rizal Kurniawan, Adennyar, Figur Ronggo, Ida Fadilah, Sofiyan Hadi, Sugianto, dan Slamet. Sementara itu, General Manager Iskandar dari Tim 4 sempat terjatuh dalam pertandingan awal, menambah ketatnya persaingan.
Tim 2 kembali menunjukkan performa solid pada lomba estafet memasukkan sedotan dengan mengalahkan Tim 1 yang diperkuat Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Arif Riyanto, Ridwan, Ida Nor Afia, Miftahul A'la, dan Ridwan. Khafifah menjadi sorotan setelah berhasil memasukkan enam sedotan sekaligus ke dalam botol dan dinobatkan sebagai player of the match, mencerminkan ketepatan, fokus, dan kerja cepat dalam tim.
Namun, kompetisi berlangsung dinamis. Tim 2 harus mengakui keunggulan Tim 4 yang beranggotakan Mariska, M Haryanto, Tri Waluyoningsih, Kiki, Zaenuri, Hilda, dan Iskandar dalam pertandingan berikutnya. Laga yang berlangsung ketat itu menunjukkan bahwa setiap tim memiliki kekuatan yang seimbang.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi kemudian memutuskan kemenangan untuk Tim 4 setelah melakukan pengamatan langsung. Keputusan tersebut menegaskan pentingnya objektivitas dan sportivitas dalam setiap kompetisi internal.
"Setelah pengamatan, kami putuskan Tim 4 menang," ujarnya.
Tim 2 kembali bangkit pada lomba estafet air dan berhasil mengalahkan Tim 3 dalam pertandingan yang penuh tawa. Meski sempat terkendala teknis seperti tali rafia yang terlepas, semangat pantang menyerah tetap terlihat dari setiap peserta.
Keseruan berlanjut pada lomba makan pisang yang diikuti panitia, yakni Baskoro, Deka, Anggraini, Tasropi, Iwan, dan Bella. Lomba ini menjadi simbol koordinasi dan ketepatan dalam bekerja di bawah tekanan. Anggraini tampil paling cepat dan berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik, disambut sorakan rekan-rekan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama seluruh karyawan tanpa sekat jabatan maupun divisi. Momen ini memperkuat nilai kebersamaan dan kesetaraan yang menjadi bagian penting dalam budaya kerja perusahaan.
Dari kerja bakti hingga kompetisi antar tim, seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan nilai utama yang juga diterapkan dalam kinerja Jawa Pos Radar Semarang: soliditas, kerja keras, kolaborasi, dan semangat kompetitif yang sehat. Semangat kemerdekaan ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan perusahaan dibangun dari kekompakan seluruh elemen di dalamnya. (fgr/zal)
Editor : Baskoro Septiadi