RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalanan Kota Semarang meriah dipenuhi warga yang penuh sesak melihat Arak-arakan Laksamana Cheng Ho.
Rombongan berjalan dari Klenteng Tay Kak Sie atau dari Gang Lombok, menyusuri jalan menuju Klenteng Sam Poo Kong di Semarang Barat.
Arak-arakan ini dilakukan dua kali, pagi pukul 05.00, dan sore pukul 16.00.
Antusiasme warga sangat terlihat dari riuhnya semangat menyambut tradisi cerita perjalanan Laksamana Cheng Ho.
Baca Juga: Fakta Baru, Saksi Ungkap Fadia Disebut Kerahkan ASN hingga Outsourcing Dukung Suami di Pileg
Nampak bukan saja Barongsai, namun ada pula Liong, Wujud Kimsin dan lainnya. Perjalanan itu diiringi tabuhan irama musik Tiongkok yang khas.
Iringan itu seakan mengingatkan kembali pada masa ratusan tahun lalu ketika Laksamana berlabuh di dermaga Simongan.
Dalam prosesinya, belasan kimsin dari berbagai klenteng ditata kemudian dibawa masuk oleh rombongan untuk ditempatkan di altar bangunan utama.
Ketua Yayasan Klenteng Sam Poo Kong, Mulyadi, menyampaikan kembali digelarnya arak-arakan itu untuk menunjukkan kebudayaan dan tradisi yang masih terjaga.
Ramainya masyarakat Semarang yang menyambut festival ini menjadi kesan tersendiri dalam nguri-uri tradisi
"Event ini menjadi daya tarik karena keunikannya, kami berharap agenda yang telah digelar bisa menjadi agenda budaya dan wisata internasional," tuturnya, Jumat (15/8/2026).
Mulyadi menilai, arak-arakan Cheng Ho turut mencerminkan akulturasi budaya yang kuat dan menunjukkan semangat kebersamaan serta toleransi di Kota Semarang.
Hadir secara langsung, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ye Su mengaku kagum melihat Arak-arakan yang sangat meriah. Ia menikmati festival dengan senang karena bisa turut andil memeriahkan kebudayaan China.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Cara Tepat Cek Desil PIP 2026 di Link DTSEN
Ia menyebut Laksamana Cheng Ho merupakan simbol toleransi dan pemersatu di kawasan Asia dan sekitarnya. Hal itu dibuktikan dengan nilai toleransi dan keberagaman yang hidup dalam perayaan tersebut.
"Semangat tersebut masih kami bawa termasuk dalam acara ini, melalui toleransi dan keberagaman yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho," kata dia dalam sambutan.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong Festival Arak-arakan Cheng Ho terus berkembang hingga menjadi event internasional.
Ia menilai festival yang digelar untuk memperingati 621 tahun perjalanan Laksamana Cheng Ho ke Nusantara memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata budaya berskala global.
Festival Cheng Ho 2026 yang berlangsung pada 14-16 Agustus 2026 dan telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sehingga mendapat pengakuan sebagai salah satu event pariwisata unggulan secara nasional.
Menurut Agustina, festival tersebut semakin kuat karena diikuti rombongan dari berbagai daerah. Dalam arak-arakan tahun ini, terdapat sekitar 11 rombongan klenteng yang ikut dalam perjalanan menuju Klenteng Sam Poo Kong.
Peserta tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Bekasi, Bandung, Demak dan Ungaran.
Agustina menyebut Cheng Ho bukan sekadar bagian dari sejarah Semarang, tetapi juga memiliki kaitan dengan perjalanan ekonomi dan hubungan antarbangsa. Karena itu, pelaksanaan festival menjadi momentum untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Semarang kepada dunia.
“Semoga festival ini terus berkembang dan kami berharap festival ini menjadi festival internasional,” kata Agustina.
Ia mengatakan Pemkot Semarang ke depan akan mengundang berbagai negara yang memiliki korelasi dan kaitan sejarah dengan Laksamana Cheng Ho.
Agustina juga menilai keberagaman bentuk klenteng dan rombongan yang mengikuti arak-arakan menjadi daya tarik tersendiri. Ada peserta yang membawa replika bernuansa kerajaan China, perpaduan budaya China-Jawa, hingga berbagai warna dan bentuk yang mencerminkan keberagaman komunitas.
Selain itu, Festival Cheng Ho menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Semarang. Agustina menyebut Semarang memiliki 17 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan pemerintah, mencakup tradisi, seni pertunjukan, kuliner hingga ekspresi budaya berbagai komunitas. Tradisi arak-arakan Cheng Ho menjadi salah satu bagian dari kekayaan tersebut.
Baca Juga: 15 Mobil Pilihan yang Terkenal Jarang Masuk Bengkel dan Punya Suku Cadang Melimpah
“Ke depan kita akan mengundang berbagai negara yang memiliki korelasi dan kaitan dengan Laksamana Cheng Ho,” ujarnya.
Agustina berharap Festival Arak-arakan Cheng Ho tidak hanya semakin dikenal wisatawan nusantara, tetapi juga mampu menarik wisatawan mancanegara, sekaligus memberikan dampak bagi pariwisata, ekonomi, pelaku UMKM dan masyarakat Kota Semarang.
Salah seorang warga, Nurhamidah mengaku antusias menunggu acara ini. Ia hadir bersama keluarganya untuk menyaksikan secara langsung arak-arakan ini.
"Sudah tahu infonya kemudian datang ke sini dari Boja. Ternyata seru dan sangat mengagumkan. Apalagi ada acara ini bisa masuk ke Sam Poo Kong gratis, biasanya hanya lewat," tuturnya. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi