RADARSEMARANG.ID, Semarang - Realisasi pencairan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT, sebesar Rp 25 Juta mencapai 95 Persen. Tingginya serapan ini, karena banyak pengurus RT melakukan pencairan untuk menyemarakkan HUT RI - 81.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto, menjelaskan jika sampai pertengahan Agustus ini, sudah ada 10.127 RT yang telah melakukan pengajuan pencairan dari 10.622 RT yang ada di Ibu Kota Jateng.
"Jumlah RT yang sudah mengajukan BOP itu 10.127 dari 10.622 RT atau sekitar realisasinya 95 persen. Ini menunjukkan antusiasme warga yang sangat tinggi terhadap BOP," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, di Balai Kota, Jumat (14/8).
Baca Juga: Dana Operasional RT Rp25 Juta per Tahun Ditarget Cair Akhir Juni, LPJ Bakal Disederhanakan
Dia menerangkan, pencairan BOP RT sudah dilakukan para pengurus RT sejak Juli lalu. Mereka menggunakan dana BOP untuk mendukung kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Sudah dari awal Juli sudah mulai pencairan, mayoritas dari mereka digunakan mempercantik lingkungan permukiman dan membiayai berbagai perlombaan Agustusan," tambah dia.
Mantan Camat Genuk ini menjelaskan, total anggaran yang disiapkan dari APBD murni sebesar Rp 270 miliar untuk BOP RT.
Pranyoto menyebut pihaknya telah mencairkan Rp257,4 miliar untuk dibagikan kepada ribuan RT yang mengajukan BOP.
"Agustusan tahun ini di Kota Semarang lebih meriah. Rata-rata pencairan (BOP) itu untuk memeriahkan hari kemerdekaan," ungkapnya.
Meski demikian, Pranyoto menyebut masih ada ratusan RT yang memilih tidak mencairkan BOP. Sebagian besar RT yang belum mencairkan BOP berada di kawasan permukiman elite, dengan kondisi ekonomi masyarakatnya yang relatif lebih mapan.
"Wajar kalau ada yang tidak mengambil. Misalnya karena kawasan mereka ekonominya menengah ke atas, sehingga kasnya sudah banyak. Tidak mengambil nggak papa, tidak ada paksaan," imbuhnya.
Dia menerangkan, Kecamatan Gunungpati menjadi salah satu wilayah dengan pencairan BOP RT mencapai 100 persen.
"Yang terendah serapannya di Semarang Tengah ya, karena kawasan bisnis dan pusat perkantoran," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi