27 Paskibraka Semarang 2026 Dikukuhkan, Agustina Tekankan Karakter dan Kepemimpinan

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat mengukuhkan 27 anggota Paskibraka Kota Semarang Tahun 2026 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Rabu (12/8/2026)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat mengukuhkan 27 anggota Paskibraka Kota Semarang Tahun 2026 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Rabu (12/8/2026)

 

SEMARANG – Sebanyak 27 putra-putri terbaik Kota Semarang resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Mereka bukan sekadar disiapkan untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga ditempa menjadi generasi muda berkarakter dan berintegritas.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, proses pembentukan Paskibraka tidak berhenti pada latihan fisik dan baris-berbaris. Pembinaan mental, kedisiplinan, ideologi Pancasila, serta kepemimpinan menjadi bekal penting yang harus dibawa ke kehidupan sehari-hari.

“Menjadi pemimpin bukan perkara siapa yang berdiri paling depan, melainkan siapa yang mampu dipercaya dan mampu menjaga orang-orang di sekitarnya,” ujar Agustina saat pengukuhan di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Rabu (12/8).

Menurut dia, anggota Paskibraka harus mampu menjadi teladan di sekolah, lingkungan masyarakat, hingga ruang digital. Salah satunya dengan ikut mencegah perundungan atau bullying.

“Keberanian seorang pemimpin bukan hanya keberanian untuk tampil ke depan, tetapi keberanian untuk melindungi yang benar dan membuat orang lain merasa aman,” tegasnya.

Agustina mengatakan, pembentukan karakter pemuda membutuhkan ruang yang berkelanjutan. Karena itu, Pemkot Semarang tidak hanya mengandalkan program Paskibraka, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk belajar, berolahraga, berkesenian, membangun kebersamaan, sekaligus menjaga kesehatan mental.

Di antaranya melalui Semarang Leadership Project sebagai wadah pengembangan kepemimpinan dan PIJAR (Pemuda Peduli dan Jaga Kesehatan Mental Remaja) untuk pendampingan kesehatan mental.

Ruang ekspresi dan kebersamaan juga diperkuat melalui Gelora Muda Pekan Olahraga dan Seni Warga Kota Semarang (Porwakos). Program tersebut mempertemukan pelajar dan mahasiswa melalui olahraga, seni, serta kreativitas.

Cabangnya beragam, mulai bulu tangkis, futsal, hingga e-sport. Di bidang seni, peserta dapat mengikuti lomba kuliner khas Semarangan, fashion show pakaian adat Semarangan, modern dance, band, hingga solo vokal.

Agustina berharap rangkaian program tersebut membentuk pemuda yang tidak hanya disiplin, tetapi juga sehat secara fisik dan mental, kreatif, serta mampu membangun solidaritas.

Termasuk bagi 27 anggota Paskibraka yang kelak menyandang status purna. Nilai yang mereka dapat selama pembinaan diharapkan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.

“Kalian memang sedang dipersiapkan untuk mengibarkan Merah Putih. Tetapi lebih dari itu, kalian sedang belajar membawa nilai-nilai Merah Putih dalam kehidupan,” pungkas Agustina. (*)

 

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
wali kota semarang agustina wilujeng peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Semarang Paskibraka Semarang 2026 27 Paskibraka