Semarak Bulan Kemerdekaan, Ribuan Warga Serbu Layanan Kesehatan Gratis di Sam Poo Kong

Ida Fadilah • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:07 WIB
Warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, Kamis (6/8/2026).
Warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, Kamis (6/8/2026).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Memperingati bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia kembali menggelar Bakti Indonesia 2026 di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, pada 6–8 Agustus 2026. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, gerakan ini menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, donor darah, konsultasi psikologi, edukasi kesehatan, hingga bazar UMKM bagi sekitar 5.000 warga Kota Semarang.

Penggagas Bakti Indonesia, Mulia Jayaputri mengatakan giat ini sebagai wujud memaknai kemerdekaan melalui aksi kemanusiaan. Ia menilai kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam pelayanan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, Bakti Indonesia selalu digelar setiap Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia mengatakan gerakan tersebut dibangun di atas tiga nilai utama, yakni merawat cinta Tanah Air, menghadirkan aksi kemanusiaan, serta menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa.

"Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga hari ini," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Tahun ini, Kelenteng Agung Sam Poo Kong dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai merepresentasikan wajah Indonesia yang majemuk. Tempat tersebut memiliki sejarah panjang sebagai ruang yang mengajarkan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Lebih dari enam abad lalu, Laksamana Cheng Ho, seorang Muslim asal Tiongkok, singgah di lokasi tersebut. Dari persinggahan itu kemudian lahir sebuah tempat yang hingga kini dihormati umat Konghucu, Buddha, dan Tao. Sejarah tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan identitas dapat hidup dalam semangat saling menghormati.

"Bagi kami, Kelenteng Agung Sam Poo Kong bukan hanya situs sejarah. Tempat ini gambaran metafora Indonesia. Di sini kita belajar bahwa manusia boleh berbeda keyakinan, tetapi tetap bertemu dalam kebaikan," kata Mulia Jayaputri.

Mulia melanjutkan, selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ratusan tenaga medis diterjunkan untuk melayani pemeriksaan darah, rekam jantung, pemeriksaan mata dan gigi, tes laboratorium, deteksi kanker, hingga pembagian ribuan paket vitamin sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Di bidang kesehatan jiwa, Bakti Indonesia juga menghadirkan layanan konsultasi psikologi bagi individu maupun keluarga. Masyarakat juga dapat mengikuti berbagai talkshow mengenai kesehatan dan psikologi untuk meningkatkan literasi masyarakat.

Menurut Mulia Jayaputri, pelayanan yang diberikan bukan sekadar membantu masyarakat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga diharapkan menumbuhkan kepedulian sosial. 

"Kami ingin lewat pelayanan yang mereka terima selama Bakti Indonesia berlangsung membawa dampak kesadaran untuk merawat sesama. Menumbuhkan budaya tanggung jawab antarmanusia, karena kebersamaan akan hidup apabila diwujudkan dalam tindakan nyata," tuturnya.

Selain pelayanan kesehatan dan psikologi, kegiatan juga diramaikan bazar yang melibatkan pelaku UMKM lokal. Pada hari pembukaan, Bakti Indonesia menghadirkan talkshow bersama Inayah Wahid dan Sujiwo Tejo. Kegiatan juga dimeriahkan kehadiran sejumlah artis nasional, yakni Aldi Taher, Fatur, Paramitha Rusady, Sania, dan Lucky Resha yang berpartisipasi secara sukarela.

Adapun Bakti Indonesia sendiri telah berpindah dari satu rumah ibadah ikonik ke rumah ibadah lainnya sebagai simbol persatuan bangsa. Pada 2023 kegiatan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, kemudian berpindah ke Gereja Katedral Jakarta pada 2024, Pura Agung Besakih Bali pada 2025, dan tahun ini berlangsung di Kelenteng Agung Sam Poo Kong Semarang. Penyelenggara juga telah menetapkan Candi Borobudur sebagai lokasi penyelenggaraan Bakti Indonesia 2027.

Seiring perjalanan tersebut, makna gerakan ini juga terus berkembang. Jika pada tahun-tahun sebelumnya lebih menonjolkan kolaborasi lintas agama, kini Bakti Indonesia berkembang menjadi kolaborasi lintas berbagai elemen masyarakat. Tenaga kesehatan, psikolog, relawan, pelaku UMKM, tokoh budaya, hingga seniman bergandengan tangan menghadirkan pelayanan bagi masyarakat sebagai bentuk nyata merawat persatuan Indonesia melalui aksi kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Bakti Indonesia ke4, Jovita Navy Setyawati menyatakan giat ini dapat terselenggara dengan kolaborasi serta dukungan lintas sektor yang semakin luas ini menjadi pertanda yang menggembirakan. 

"Bahwasanya merawat keberagaman tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab satu agama, satu organisasi, atau satu kelompok saja, melainkan sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga Indonesia tetap satu," tuturnya.

Salah seorang warga, Nuraini mencoba untuk menikmati fasilitas layanan kesehatan. Ia memeriksakan diri di booth RSUP dr Kariadi. "Mumpung ada layanan gratis sengaja daftar kesini, sangat bermanfaat sekali. Karena di Sam Poo Kong, sekalian bisa wisata," ungkapnya.  (ifa) 

Editor : Baskoro Septiadi
bakti Indonesia sam poo kong semarang