RADARSEMARANG.ID, Semarang—Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar (SD) masih marak ditemukan. Padahal, kondisi ini berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.
Merespons hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi berbasis teknologi yang ditujukan bagi anak, orang tua, dan guru.
Inovasi tersebut diterapkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di SD Negeri Srondol Wetan 02 Semarang pada Rabu (5/8/2026) tadi.
Inovasi ini dirancang untuk membangkitkan perilaku positif dan memberikan pengaruh psikologis yang mendukung efektivitas pembelajaran anak SD. Penerapannya mencakup empat fungsi pembelajaran melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, hingga maintenance.
Ketua Tim Pengabmas Dr. drg. Supriyana, M.Pd, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut melalui teknologi tepat guna.
"Banyak dosen dan mahasiswa kami yang menghasilkan karya berbasis teknologi. Pemanfaatan teknologi tepat guna di bidang kesehatan gigi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus mengubah perilaku anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi menjadi lebih baik,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dihadiri langsung oleh Kepala SDN Srondol Wetan 02.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik penggunaan website "Tan’s Dent-Card QR Model" oleh anggota tim Pengabmas Rose Asni Latifah, M.Tr.Kes.
Setelah itu, anggota tim lainnya, Irma H.Y Siregar, MH.Kes, menyampaikan materi tentang tata cara menggosok gigi yang benar.
“Kegiatan diakhiri dengan aksi menggosok gigi bersama seluruh siswa yang terlibat,” katanya.
Kepala SD Negeri Srondol Wetan 02 Sudjiati, M.Pd, menyambut positif dan mengapresiasi kegiatan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Siswa kami bisa mencoba langsung karya penelitian yang sangat bermanfaat ini, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut. Kami berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di sekolah kami," ungkap Sudjiati. (aro/bis)
Editor : H. Arif Riyanto